Berita Belitung Timur

Dua Warga Tak Mampu Bayar Daging Beku, Ketua RT di Beltim Pakai Kas RT

Menjelang Idul Fitri 1447 H, Ketua RT 8 Dusun Gunung, Desa Lalang, Kabupaten Belitung Timur, Rahman menggunakan kas RT untuk ...

Posbelitung.co/ Kautsar Fakhri Nugraha/Kautsar Fakhri Nugraha
SOLIDARITAS - Ketua RT 8 Dusun Gunung, Desa Lalang, Manggar, Rahman, saat diwawancarai Pos Belitung di kediamannya mengenai distribusi daging beku menjelang Idulfitri 1447 H, Senin (16/3/2026). Rahman berinisiatif menggunakan dana kas RT untuk menalangi warga yang belum mampu membayar agar mereka tetap bisa menikmati hidangan daging di hari raya. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Solidaritas warga di tingkat rukun tetangga (RT) kembali terlihat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Seorang ketua RT di Dusun Gunung, Desa Lalang, Kabupaten Belitung Timur menggunakan kas RT untuk membantu dua warganya membeli daging beku agar tetap bisa menikmati hidangan Lebaran.

Ketua RT 8 Dusun Gunung, Rahman, menceritakan kisah tersebut saat ditemui di kediamannya, Senin (16/3/2026). Ia mengatakan, menjelang Lebaran harga daging di pasar Manggar mulai naik sehingga tidak semua warga mampu langsung membayar pesanan daging program pemerintah.

Menurut Rahman, ada dua keluarga di lingkungannya yang hampir kehilangan kesempatan mendapatkan daging untuk hidangan hari raya karena belum memiliki uang saat waktu penyetoran tiba.

“Faktor ekonomi juga berarti, karena belum dapat duit mungkin. Ataupun malu, daripada daging itu dipulangkan ke desa, ya kita coba bantu lah,” ujar Rahman.

Rahman mengatakan, tidak ingin warganya merasa rendah diri atau malu hanya karena uangnya belum terkumpul saat hari penyetoran tiba.

Berdasarkan kondisi tersebut Rahman mengambil inisiatif yang luar biasa. Ia memutuskan untuk menggunakan dana kas RT guna menutupi kekurangan pembayaran kedua warga tersebut.

Keputusan itu rahman ambil agar nama warganya tetap masuk dalam daftar lunas di tingkat desa.

"Yang dua orang tadi itu sudah pakai kas RT. Jadi dianggap semua sudah jadi (lunas)," ujarnya.

Adapun kedua warga tersebut masing-masing memesan satu kilogram daging. Dengan harga daging beku sebesar Rp120 ribu per kilogram, Rahman pun mengeluarkan total Rp240 ribu dari kas RT untuk menutupi kekurangan tersebut agar pesanan mereka tidak dibatalkan.

Kas RT yang digunakan Rahman sebenarnya adalah tabungan bersama warga untuk urusan fardu kifayah atau dana darurat. Jadi menurut Rahman, kejadian ini juga termasuk ke dalam kondisi darurat menjelang Idul Fitri 1447 H.

Rahman menjelaskan bahwa kedua warga yang ditanggung tersebut diketahui keduanya bekerja serabutan. Di tengah kondisi ekonomi Belitung yang sedang lesu, penghasilan dari pekerjaan serabutan memang sering kali tidak bisa diprediksi.

"Berhubung di dusun ini kan banyak juga yang serabutan, termasuk mereka berdua. Intinya masalah faktor itulah (ekonomi)," ucap Rahman.

Meski menggunakan uang kas RT, Rahman sama sekali tidak membebani warga tersebut dengan tenggat waktu pengembalian. Ia memberikan kelonggaran penuh karena tahu betul bagaimana susahnya mencari uang di masa sekarang.

"Enggak ada batas dari RT kapan mereka bisa ganti. Kita ada kas RT kan, enggak pakai target. Tapi mereka memang sudah janji mau diganti kalau sudah ada duitnya nanti," ungkapnya.

Sekedar informasi, Rahman juga menceritakan bahwa di RT lain pun ada kejadian serupa, di mana warga batal membeli karena tidak sanggup membayar sehingga daging tersebut akhirnya dijual ke warga lain. Beruntung di lingkungan RT 8, solidaritas masih sangat kuat sehingga daging tersebut tetap bisa dinikmati oleh yang berhak.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved