Berita Belitung Timur
Buktikan Anak Daerah Bisa Bersaing, Dhabith Melaju Tahap Dua SMA Unggul Garuda
M Dhabith Lutfan, siswa SMPN 1 Manggar, berhasil lolos seleksi tahap awal SMA Unggul Garuda. Ia ingin membuktikan anak daerah ...
Penulis: Kautsar Fakhri Nugraha | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Kabar membanggakan datang dari SMPN 1 Manggar, Kabupaten Belitung Timur ( Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Seorang siswa kelas 9, M Dhabith Lutfan (14), berhasil lolos seleksi tahap pertama SMA Unggul Garuda Baru, sekolah berstandar internasional yang tengah menjadi sorotan nasional.
Momen haru dan penuh kebanggaan terlihat saat Dhabith bertemu Kepala Sekolah bersama orang tuanya di ruang kepala sekolah, Rabu (15/4/2026). Mengenakan pakaian adat Melayu, ia tampak percaya diri sekaligus bahagia atas capaian tersebut.
Dhabith menceritakan, kabar kelulusan ia terima saat bulan Ramadan, tepat setelah berbuka puasa. Saat itu, ia mengetahui informasi tersebut dari pesan yang dikirim temannya melalui WhatsApp.
"Waktu itu saya cek WhatsApp, ada teman kirim screenshot Instagram sekolah Garuda. Langsung gugup sekali, tapi excited. Begitu buka, Alhamdulillah lolos ke tahap dua," ujar Dhabith.
Tanpa menunggu lama, ia langsung memberitahukan kabar tersebut kepada kedua orang tuanya yang sedang berada di dapur. Suasana haru dan rasa syukur pun menyelimuti keluarga.
"Presiden Prabowo bilang sekolah ini untuk anak-anak paling pintar. Kami ingin buktikan bahwa meski kami tinggal di pulau yang jauh dari pusat kota, kami punya kesempatan dan semangat yang sama untuk masuk ke sana," ucapnya.
Dhabith sendiri mengincar SMA Unggul Garuda Baru karena kurikulumnya yang berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta standar internasional. Ia mengatakan sekolah ini adalah jembatan emas menuju universitas top dunia di London, Inggris.
"Saya ingin jadi orang yang berdampak bagi Indonesia, bukan orang biasa-biasa saja. Menjadi diplomat butuh koneksi internasional, dan di SMA Garuda ini kesempatannya lebih besar daripada sekolah reguler," ungkapnya.
Di sampingnya, sang ibu, Wawalia (48) menyimak cerita Dhabith. Wawalia menyaksikan sendiri bagaimana putranya sempat tidak fokus dan terus bertanya-tanya mengenai nasib seleksi administrasinya.
"Tentu bahagia dan terharu, apalagi nilai rapor Dhabith murni tanpa rekayasa," kata Wawalia.
Wawalia sadar betul bahwa proses seleksi yang panjang mulai dari TKA, wawancara, hingga tes kesehatan bisa memicu kelelahan mental. Karena itu, ia selalu menanamkan prinsip untuk fokus pada proses, bukan hasil akhir.
"Saya selalu ingatkan, nilai seorang anak tidak ditentukan oleh satu pengumuman kelulusan saja. SMA Garuda bukan satu-satunya jalan menuju sukses. Peran saya adalah memastikan dia tetap tenang dan tidak membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain," ungkapnya.
Dukungan nyata pun diberikan keluarga dimana mereka menghadirkan guru privat bahasa Inggris dan matematika. Sementara itu, pihak SMPN 1 Manggar juga menyediakan program pengayaan khusus bagi para siswanya yang lolos ke tahap berikutnya.
Dhabith mengatakan, nilai rapornya yang konsisten dari semester 1 hingga 5 adalah hasil kerja keras, meski ia bilang dirinya tidak terlalu ambisius di kelas 7 dan 8.
Menariknya, dari tujuh siswa SMPN 1 Manggar yang ikut mendaftar, enam di antaranya berhasil lolos ke tahap selanjutnya. Namun, Dhabith tetap rendah hati dan memberikan semangat bagi teman-teman yang belum berhasil. Ia pun memberikan pesan penutup yang mendalam bagi anak seumurannya.
"Masing-masing manusia punya takdirnya sendiri. Jangan berkecil hati buat teman yang belum lolos. Dan buat teman yang lanjut berjuang besok, apapun hasilnya nanti, tetaplah melangkah karena masa depan tercipta dari harapan, bukan ketakutan," tutup Dhabith. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)
| Belitung Timur Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Prioritaskan Sapi Lokal Bantuan Presiden |
|
|---|
| Prioritaskan Peternak Lokal, Sapi Bantuan Presiden di Beltim Diperkirakan 700 Kg |
|
|---|
| Dinas Pertanian Beltim Perketat Pengecekan Hewan Kurban, Pastikan Bebas Penyakit dan Sesuai Syariat |
|
|---|
| SSB Bintar Dominasi Pelangi Cup 2026, Sapu Gelar dari U-8 hingga U-12 |
|
|---|
| Harga TBS di Belitung Timur Tembus Rp3.700 Per Kg, Petani Nikmati Tren Positif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20260415-SEKOLAH-UNGGUL-M-Dhabith-Lutfan-14-siswa-SMPN-1-Manggar-yang-mengenakan.jpg)