Berita Belitung Timur

Cuaca Arab Saudi Capai 50 Derajat, Jemaah Haji Beltim Diimbau Waspada dan Bawa APD

Dinkes Babel minta jemaah haji siapkan fisik, mental, dan APD hadapi cuaca ekstrem di Tanah Suci...

Posbelitung.co/ Kautsar Fakhri Nugraha/Kautsar Fakhri Nugraha
PAPARAN KESEHATAN - Staf Ahli Epidemiologi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Deka Mustapriadi Akhmad saat memaparkan materi pembinaan kesehatan bagi calon jemaah haji di Kantor Dinas Kesehatan Belitung Timur, Jumat (17/4/2026). Dalam paparannya, Deka menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri seperti payung, kacamata hitam, hingga pelembap kulit untuk mengantisipasi suhu ekstrem yang bisa mencapai 50 derajat celcius selama pelaksanaan ibadah haji. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Calon jemaah haji asal Kabupaten Belitung Timur dihadapkan pada tantangan berat berupa kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi. Suhu udara yang diperkirakan dapat mencapai hingga 50 derajat celcius menjadi perhatian serius otoritas kesehatan.

Staf Ahli Epidemiologi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Deka Mustapriadi Akhmad, mengingatkan jemaah untuk mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari segi fisik maupun mental. Hal ini disampaikannya saat memberikan materi pembinaan kesehatan jemaah haji di Kantor Dinas Kesehatan Belitung Timur, Jumat (17/4/2026).

"Haji tahun ini berlangsung pada bulan Mei, Juni, dan Juli. Artinya jemaah akan masuk dalam siklus cuaca panas yang suhunya mungkin bisa mencapai 50 derajat celcius. Ini perbedaan yang sangat ekstrem," ujar Deka.

Selain suhu yang tinggi, tingkat kelembapan udara di Arab Saudi juga terpantau sangat rendah. Perpaduan ini berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan serius jika tidak diantisipasi sejak dini.

Deka menyebut satu di antara risiko yang paling diwaspadai adalah heat stroke yang bisa berakibat fatal. Selain itu, dehidrasi juga menjadi ancaman harian yang mengintai setiap jemaah yang beraktivitas di luar ruangan.

"Masalah kesehatan lain yang sering muncul namun kerap dianggap sepele adalah kaki melepuh. Hal ini terjadi apabila jemaah beraktivitas di luar hotel atau penginapan tanpa menggunakan alas kaki," ucapnya.

Baca juga: Cek Kesehatan Haji Beltim 2026 Rampung, dr Faradela: Jamaah Siap Berangkat

Deka membeberkan risiko kaki ini sering terjadi ketika jemaah keluar dari masjid dan lupa posisi meletakkan alas kakinya, lalu terpaksa berjalan di atas ubin yang panasnya bisa membakar telapak kaki dalam waktu singkat.

Untuk meminimalisir risiko-risiko tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membekali jamaah dengan daftar Alat Pelindung Diri (APD) wajib yang harus dibawa ke mana pun mereka pergi selama di tanah suci.

APD pertama yang wajib dikantongi adalah payung sebagai pelindung langsung dari paparan sinar matahari. Selain itu, kacamata hitam juga disarankan untuk melindungi mata dari silau matahari.

"Jemaah juga sangat disarankan membawa botol sprayer yang berisi air. Air ini nantinya bisa disemprotkan ke bagian tubuh yang terbuka, seperti wajah atau tangan, untuk menjaga kelembapan kulit secara instan," ungkap Deka.

Deka juga mengingatkan terkait penggunaan pelembap kulit dan bibir (lip balm) bagi para jemaah. Jemaah disarankan rutin mengoleskan pelembap guna mencegah kulit pecah-pecah yang bisa menimbulkan luka.

Tak ketinggalan Deka memberikan tips praktis berupa penyediaan kantong plastik atau kantong kresek. Kantong ini berfungsi untuk menyimpan alas kaki agar bisa dibawa masuk ke dalam masjid.

"Alas kaki jangan lupa dibawa di mana pun. Gunakan kantong kresek untuk membawanya masuk saat ke Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram," ujarnya.

Deka mengatakan rangkaian pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan maupun Puskesmas ini bertujuan untuk memastikan jamaah benar-benar siap secara lahir dan batin. Ia ingin setiap jamaah asal Bangka Belitung, khususnya Belitung Timur memiliki bekal pengetahuan yang cukup.

Pembinaan kesehatan semacam ini juga dilakukan serentak di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bangka Belitung. Tim Dinas Kesehatan Provinsi terus bergerak untuk memberikan pemahaman kesehatan haji bagi seluruh kloter.

Terakhir, Deka berharap para jamaah benar-benar mempraktikkan penggunaan alat pelindung diri secara disiplin.

"Harapan kami dengan persiapan fisik, mental, dan alat pelindung diri yang lengkap, jamaah haji kita tetap bugar dan bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk," tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved