Berita Belitung Timur

​Meski Harga Gas akan Melonjak, Cemara Coffee Beltim Jamin Harga Menu Tetap Bersahabat

Pengelola Cemara Coffee di Belitung Timur telah mempersiapkan strategi bila harga gas naik, dan ia tak akan menaikkan harga menunya

Penulis: Kautsar Fakhri Nugraha | Editor: Hendra
Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha
HARGA MENU TETAP - Penggunaan tabung gas LPG 12 kg yang menjadi tumpuan operasional di dapur Cemara Coffee, Desa Padang, Manggar, Rabu (22/4/2026). Meski harga gas nonsubsidi di pasaran kini mulai merangkak naik, pihak manajemen kafe memastikan tidak akan menaikkan harga menu karena telah menerapkan strategi mitigasi anggaran sebesar 15-20 persen sejak awal operasional. 

Arif membeberkan bahwa mereka menggunakan lima tabung gas sekaligus untuk operasional harian, ditambah dua tabung sebagai cadangan jika sewaktu-waktu pasokan terhambat.

"Satu tabung itu biasanya habis dalam dua sampai tiga hari pemakaian. Jadi mobilitas gas di sini memang cukup tinggi," ungkapnya.

Adapun harga terakhir yang Cemara Coffee bayar per tabung, yakni Rp230 ribu sudah termasuk ongkos kirim. Arif memprediksi setelah kenaikan mereka akan mengeluarkan biaya sekitar Rp250 ribu atau bahkan lebih per tabungnya.

Meski begitu, Arif lagi-lagi menjamin bahwa mereka sejauh ini tidak ada rencana untuk menaikkan harga menu mereka akibat kenaikan harga ini.

"Dampak langsung secara operasional sebetulnya tidak ada. Hitungan kami di menu masih sangat aman untuk meng-cover kenaikan itu. Pengunjung pun tidak perlu khawatir, tidak akan ada kenaikan harga menu lagi di sini," ujarnya.

Meski terlihat tenang, Arif tetap memiliki pandangan terhadap situasi global. Ia menduga kenaikan harga gas ini tidak lepas dari faktor geopolitik luar negeri, terutama ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang seringkali berdampak pada harga energi dunia.

"Kita memang terdampak faktor luar. Tapi sebagai pelaku usaha, harapan kami tentu saja ingin beban biaya operasional ini bisa kembali stabil," ucapnya.

Arif berharap pemerintah bisa segera mengembalikan harga gas ke normal agar pelaku usaha di Belitung Timur tidak semakin berat.

Usai wawancara, Arif kembali bangkit, merapikan batiknya, dan bersiap kembali memantau kerjaan di Cemara Coffee.

Cerita Arif menunjukkan sisi lain dari naiknya harga gas di Belitung Timur. Jika di satu sisi ada jeritan dari dapur yang terjepit, di sisi lain ada strategi manajerial yang mencoba tetap tenang di tengah badai kenaikan harga. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved