Bupati Belitung Timur Pindah ke Damar Demi Hemat BBM

Jika sebelumnya Kamarudin Muten kerap tinggal di rumah pribadinya di Kelapa Kampit, kini ia memilih untuk lebih banyak menetap di Kecamatan Damar

Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha
Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Dexlite kini menyentuh angka Rp24.150 per liter di Belitung Timur

Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten (Afa) mengaku harus melakukan strategi efisiensi, Kamis (23/4/2026).

Satu langkah paling mencolok yang diambil Afa adalah pindah domisili.

Jika sebelumnya ia kerap tinggal di rumah pribadinya di Kecamatan Kelapa Kampit, kini ia memilih untuk lebih banyak menetap di Kecamatan Damar.

Jarak tempuh Kelapa Kampit menuju pusat pemerintahan di Manggar sekitar 37 km, cukup jauh dibandingkan jika ia berangkat dari Damar yang jaraknya sekitar 14 km.

Efisiensi jarak ini untuk menghemat konsumsi bahan bakar kendaraan dinasnya.

"Sama lah seperti masyarakat, Pak Bupati juga harus hemat-hemat sedikit. Harusnya saya tinggal di Kampit, tapi karena BBM mahal, saya pindah ke Damar," ujar Afa.

Afa juga memikirkan beban operasional para bawahannya di jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pilihannya tinggal di Damar yang letaknya lebih dekat ke Manggar membuat koordinasi lebih efisien secara biaya.

Bupati merasa kasihan jika para kepala OPD harus menempuh perjalanan jauh ke Kelapa Kampit hanya untuk sekadar melakukan koordinasi atau rapat mendesak. 

"Kalau saya tinggal di Damar, OPD mau ke rumah pun jadi tidak berat di BBM-nya. Jadi ini juga untuk mempermudah koordinasi," ucapnya.

Kebijakan efisiensi ini juga menyentuh aspek pemilihan kendaraan operasional harian.

Kamarudin Muten mulai mengurangi penggunaan mobil dinas jenis SUV seperti Toyota Fortuner 3.0 yang selama ini menjadi kendaraan dinasnya.

Sebab, Fortuner miliknya menggunakan mesin diesel yang memerlukan Dexlite, yang harganya kini melonjak mengikuti fluktuasi pasar global. Sebagai gantinya, ia kini lebih sering terlihat menggunakan Toyota Innova Reborn, yang menggunakan bahan bakar non subsidi Pertamax.

"Kita sesuaikan, ada kendaraan yang diesel, ada juga yang bensin seperti Pertamax. Kita kaji mana yang lebih efisien untuk penggunaan harian di tengah situasi kenaikan harga ini," ungkap Afa.

Afa menyadari bahwa kenaikan harga BBM non subsidi ini merupakan kebijakan pemerintah pusat yang mengikuti harga minyak dunia. Oleh karena itu, sebagai kepala daerah, ia mengimbau masyarakat untuk ikut beradaptasi ikut melakukan pola hemat energi.

Afa meminta masyarakat untuk tidak terlalu sering menggunakan kendaraan jika memang tidak ada keperluan yang sangat mendesak.

Untuk di lingkungan pemerintahan, Bupati sudah memberikan instruksi khusus kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Belitung Timur. Ia meminta jajaran Sekda untuk melakukan kajian mendalam mengenai efisiensi penggunaan kendaraan dinas di seluruh dinas.

"Saya sudah tegaskan dengan Ibu Sekda, tolong dikaji dan sampaikan instruksi ini ke bawah. Kita juga sudah ada kebijakan WFH (Work From Home) pada hari Jumat, itu juga bagian dari upaya mengurangi mobilisasi kendaraan," ujarnya.

Afa berharap kondisi geopolitik dunia yang memengaruhi harga energi segera stabil. Dengan begitu, pasokan energi di Indonesia, khususnya di Belitung Timur bisa kembali ke harga normal tanpa harus membebani masyarakat.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved