Berita Belitung Timur

Kisah Haru Sarniah Melepas Abang ke Tanah Suci, Haji Pertama di Keluarga

Di tengah keramaian pelepasan jemaah haji di Masjid Agung Darussalam Manggar, Sarniah (39) tak kuasa menahan haru melepas sang ...

Tayang:
Posbelitung.co/ Kautsar Fakhri Nugraha/Kautsar Fakhri Nugraha
HAJI PERTAMA - Sarniah (39), warga Kecamatan Gantung saat menceritakan antusiasme keluarga besarnya dalam mengantarkan sang abang kandung yang menjadi jemaah calon haji di Masjid Agung Darussalam, Manggar, Kamis (30/4/2026). Sarniah bersama puluhan anggota keluarga lainnya rela datang jauh-jauh dari Gantung untuk memberikan doa bagi anggota keluarga pertama mereka yang berkesempatan menunaikan rukun Islam kelima tahun ini. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- 

Di antara ratusan orang yang memadati Masjid Agung Darussalam Manggar, sosok Sarniah (39) tampak berdiri dengan pandangan tak lepas ke arah kerumunan jemaah calon haji, Kamis (30/4/2026). Meski wajahnya memerah diterpa panasnya cuaca Belitung Timur, ia tetap bertahan demi melihat sang abang kandung hingga memasuki bus keberangkatan.

Sarniah datang jauh-jauh dari Kecamatan Gantung sejak pagi hari. Bagi keluarganya, momen ini menjadi sejarah penting, karena abangnya merupakan orang pertama di keluarga mereka yang menunaikan ibadah haji.

Sarniah sudah merasakan bagaimana suasana Masjid Agung sejak pagi tadi. Ia menyaksikan sendiri bagaimana jemaah berpelukan erat bersama sanak saudara mereka.

"Yang berangkat ini abang kandung saya, abang yang nomor dua," ujar Sarniah.

Ia menceritakan, selama ini baru orang tua mereka yang pernah menginjakkan kaki di Tanah Suci, itupun hanya untuk menunaikan ibadah umrah. Karena itu, keberangkatan sang abang menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar mereka.

"Kami datang berbondong-bondong. Ada yang pakai bus dari Gantung, ada juga yang bawa beberapa mobil pribadi. Puluhan orang ada kalau dihitung," ucapnya.

Sarniah terharu mengingat perjuangan abangya untuk bisa sampai di titik ini bukanlah perkara mudah, mengingat antrean haji yang begitu panjang.

"Harapan saya cuma satu, semoga abang dan kakak ipar jadi haji yang mabrur. Semoga pulangnya nanti jadi pribadi yang tambah lebih baik lagi," ungkapnya.

Mengingat ibadah haji memerlukan fisik yang ekstra kuat, Sarniah terus berdoa agar semua jemaah selalu berada dalam lindungan Allah SWT.

"Semoga pergi dengan selamat dan balik juga dengan selamat, sehat walafiat. Yang terbaiklah untuk abang dan kakak ipar serta semua yang ada di sana," ujarnya.

Setelah rangkaian acara di dalam masjid selesai, Sarniah segera menuju halaman. Sarniah melihat bagaimana abangnya dan jemaah lain diarahkan menuju bus yang sudah terparkir.

Sarniah pun melambaikan tangannya ke arah jendela bus yang perlahan keluar dari gerbang Masjid Agung. Sarniah kemudian mulai beranjak menuju rombongan keluarganya dari Gantung untuk bersiap pulang. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved