Siswa SD Diduga Keracunan Makanan MBG

Soroti Dugaan Keracunan Murid SD, Forum Anak Belitung Minta Evaluasi Program MBG

Menurut Ketua Forum Anak Belitung peristiwa ini menunjukkan aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan program masih perlu mendapat perhatian serius

Tayang:
YouTube Posbelitung.co
KELUHAN KESEHATAN -- Puluhan siswa sekolah dasar di Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengalami keluhan kesehatan berupa sakit perut, mual, dan muntah pada Senin (4/5/2026). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG – Forum Anak Kabupaten Belitung turut menanggapi kejadian dugaan keracunan yang dialami puluhan murid SD di Kecamatan Tanjungpandan usai mengonsumsi susu kedelai dari menu program MBG.

Ketua Forum Anak Belitung, Alisa menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut yang menyebabkan anak-anak mengalami gejala sakit perut, mual dan muntah.

“Forum Anak Kabupaten Belitung menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang menimpa puluhan anak di wilayah Tanjungpandan setelah mengkonsumsi minuman dalam program pemenuhan gizi,” ujarnya melalui siaran rilis pada Rabu (6/5/2026). 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lebih dari 50 siswa dari SDN 7 dan SDN 23 Tanjungpandan terdampak dalam kejadian tersebut, dengan dugaan awal berasal dari konsumsi susu kedelai yang didistribusikan.

Menurut Alisa, peristiwa ini menunjukkan bahwa aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan program masih perlu mendapat perhatian serius.

“Kejadian ini menunjukkan bahwa aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan program masih perlu menjadi perhatian serius,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah dan pihak terkait yang telah menghentikan sementara distribusi serta melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami mencatat kejadian ini telah ditindaklanjuti, termasuk penghentian sementara distribusi. Kami mengapresiasi langkah cepat tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dalam menangani dampak pada anak,” jelasnya.

Meski demikian, Forum Anak menilai kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi bersama agar program yang dijalankan tetap sejalan dengan pemenuhan hak anak.

“Kebijakan yang dilaksanakan harus selaras dengan esensi pemenuhan hak anak, khususnya hak untuk mendapatkan makanan yang aman, layak, dan bergizi,” tegasnya.

Alisa menambahkan, insiden ini menjadi pengingat bahwa program yang bertujuan menyehatkan juga memiliki risiko jika tidak dikelola dengan baik.

“Alih-alih menyehatkan, kejadian ini menunjukkan adanya risiko yang perlu diperbaiki agar tidak kembali membahayakan anak,” ujarnya.

Forum Anak juga menekankan pentingnya pelibatan suara anak dalam setiap kebijakan yang menyangkut mereka.

“Tanpa partisipasi anak, kebijakan berpotensi tidak tepat sasaran dan dapat berdampak pada anak sebagai pihak yang paling terdampak,” katanya.

Untuk itu, Forum Anak Belitung mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, penguatan pengawasan dan standar operasional, serta pelibatan anak secara bermakna dalam perencanaan dan evaluasi kebijakan.

“Kami berharap kejadian ini menjadi momentum perbaikan bersama, sehingga setiap program benar-benar memberikan manfaat dan menjamin keamanan serta kesejahteraan anak,” katanya.

(Posbelitung.co/Dede Suhendar) 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved