Siswa SD Diduga Keracunan Makanan MBG

Bupati Belitung Panggil Pihak Terkait Bahas Puluhan Murid SD Diduga Keracunan Susu Kedelai MBG

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat sepakat menghentikan sementara operasional SPPG Air Saga menyusul kejadian puluhan siswa pusing dan muntah

Tayang:
Dok istimewa
Suasana rapat yang digelar dipimpin Bupati Belitung menindaklanjuti kejadian puluhan murid SD diduga keracunan susu kedelai MBG pada Selasa (5/5/2026). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG – Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat sepakat menghentikan sementara operasional SPPG Air Saga menyusul kejadian puluhan siswa SD di Kecamatan Tanjungpandan mengalami pusing dan muntah diduga usai mengonsumsi susu kedelai dalam menu MBG pada Selasa (4/5/2026). 

Keputusan tersebut diambil usai rapat evaluasi bersama Wakil Bupati Syamsir, pihak SPPG, mitra, produsen serta OPD terkait di Kantor Bupati Belitung pada Selasa (5/5/2026). 

“Masalah MBG tadi sudah kita duduk bersama-sama untuk memaparkan kronologis yang terjadi, sehingga sempat ada beberapa anak-anak kita yang keracunan,” ujar Djoni. 

Dalam rapat tersebut juga dihadirkan, pihak produsen susu kedelai sebagai penyedia yang bekerja sama dengan mitra SPPG Air Saga. 

Ia mengatakan pihak produsen sudah menyampaikan permohonan maaf. 

Ia mengatakan seluruh pihak tidak hanya saling menyalahkan tetapi sama-sama melakukan evaluasi, sehingga kejadian tersebut tidak terulang kembali. 

“Masih banyak kemungkinan, mungkin juga faktor ketidaksesuaian kondisi tubuh. Tidak semua orang nyaman mengonsumsi itu, bisa saja ada reaksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil uji laboratorium masih dalam proses, sehingga belum dapat dipastikan sumber pasti penyebab kejadian tersebut.

Namun, indikasi sementara, penyebab kejadian diduga mengarah pada susu kedelai.

“Memang hasil lab belum menunjukkan di titik mana error-nya. Tapi indikasi sementara itu dari susu kedelai, ada indikasi seperti itu,” katanya.

Meski demikian, Djoni menegaskan kemungkinan lain masih terbuka, termasuk faktor penanganan hingga cara konsumsi.

“Secara volume kan tidak semuanya, pembagian itu sekitar 2 ribu, tapi yang terdampak puluhan orang. Jadi masih banyak kemungkinan, termasuk penanganan minumannya atau cara mengonsumsinya,” jelasnya.

Meskipun demikian, Djoni tetap menyesalkan kejadian tersebut, mengingat program MBG sejatinya bertujuan baik bagi masyarakat.

Sebab, dengan kejadian tersebut, persepsi masyarakat menjadi tergeneralisasi bahwa program MBG terkesan kurang baik. 

“Kami tetap menyesal. Seharusnya program ini baik, tapi kalau ada keteledoran atau kesalahan, efeknya jadi seolah-olah program ini tidak baik,” katanya.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved