Breaking News

Sapi Limosin Hadir di Belitung Timur, Nadi Mengaku Tak Gentar Bersaing

Di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mulai terdapat kemunculan penjual yang menawarkan sapi limosin

Tayang:
Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha
Pedagang hewan kurban, Nadi (29) saat beraktivitas di kandang kambing miliknya di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Desa Padang, Kecamatan Manggar, Rabu (20/5/2026). Nadi mengaku sama sekali tidak merasa tersaingi akan munculnya Sapi Limosin berukuran jumbo di Belitung Timur karena mayoritas masyarakat lokal masih meminati sapi ukuran standar, seperti Sapi Bali. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Jam menunjukkan pukul 10.30 WIB ketika langkah kaki mengarah ke sebuah kandang sapi di kawasan Desa Mekar Jaya, Kecamatan Manggar. Namun, sang pemilik usaha ternyata tidak berada di lokasi, melainkan sedang memantau kandang kambingnya yang terletak terpisah di Desa Padang.

Perjalanan berlanjut menyusuri Jalan Jenderal Sudirman demi menemui sang peternak bernama Nadi (29). Di lokasi kedua, Nadi sibuk merapikan dan memberikan tumpukan rumput ke dalam tempat makan belasan ekor kambing miliknya.

"Di tempat kambing ini lahan tanahnya memang cukup kecil sehingga tidak bisa digabungkan untuk menampung sapi. Jadi posisinya sengaja untuk kandang kambing saja," kata Nadi.

Sambil menyeka keringat di dahinya, Nadi mulai meladeni berbagai pertanyaan terkait geliat bisnis tahunan menjelang Idul Adha. Menariknya, belakangan ini di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mulai terdapat kemunculan penjual yang menawarkan sapi jenis limosin, meskipun bobotnya masih jauh dari di kota besar.

Tren berburu sapi berbobot jumbo ini biasanya ramai dilirik oleh kalangan pejabat maupun tokoh publik untuk keperluan kurban. Kondisi ini memicu rasa penasaran Posbelitung.co apakah pedagang lokal merasa khawatir atau tidak.

Namun, Nadi secara tegas mengaku sama sekali tidak merasa terancam ataupun gentar akan kehadiran tren sapi jenis limosin ini. Ia mengatakan setiap pedagang sudah memiliki segmentasi pasar dan porsi rezekinya masing-masing yang tidak akan tertukar.

"Oh, kalau masalah ada sapi limosin itu saya tidak merasa tersaingi, tidak ada rasa takut atau khawatir sama sekali," ucapnya.

Nadi menjelaskan bahwa keyakinannya tersebut didasari oleh realita minat beli masyarakat umum di Belitung Timur yang masih cenderung stagnan. Mayoritas warga dinilainya lebih memilih sapi standar seperti yang saat ini ia jual.

"Orang kita sih masih minat pada sapi biasa kayak tahun-tahun kemarin. Kalau limosin besar itu biasanya memang pasarnya khusus," ujarnya.

Untuk tahun ini, Nadi menyediakan jenis sapi bali guna memenuhi permintaan konsumen setianya.

Nadi secara matang mempersiapkan stok hewan kurban dagangannya agar tidak rugi. Sapi bali berbobot sekitar 120 kilogram di lapaknya dipatok seharga harga mulai dari Rp25 juta per ekor.

Meskipun dinamika pasar hewan kurban saat ini sedang bergejolak, Nadi memilih untuk konsisten merawat hewan-hewan dagangannya secara tekun. Rutinitas memberi makan dan menjaga kebersihan kandang tetap ia jalankan tanpa mengurangi kualitas sedikit pun.

Nadi mengatakan persaingan usaha di momen menjelang lebaran kurban adalah hal yang lumrah dan wajib dihadapi dengan kepala dingin. Ia percaya pelayanan yang ramah dan kesehatan hewan yang terjamin akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.

"Harapan saya penjualan tahun ini bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan semuanya bisa habis terjual. Yang penting kita ikhtiar merawat hewan ini dengan baik sampai hari H nanti," tutupnya.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved