Berita Belitung Timur
Tokoh Senior Peringatkan Pengurus Agar Golkar Tak Dijadikan Partai Keluarga
Haji Muhammad Muas menyampaikan kritik keras ke pengurus Partai Golkar Beltim agar bisa merangkul kader lokal supaya lebih berkembang
Penulis: Kautsar Fakhri Nugraha | Editor: Hendra
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Suara obrolan dari kader partai politik masih terdengar di dalam aula Kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Belitung Timur, Desa Padang, Kecamatan Manggar, Senin (1/6/2026).
Selepas waktu asar, puluhan orang bersetelan jas berwarna kuning cerah duduk berjejer rapat di atas deretan kursi plastik yang memenuhi ruangan.
Suasana di dalam bangunan terasa cukup pengap lantaran kapasitas ruangan yang terisi penuh oleh kehadiran pengurus, kader, hingga para simpatisan.
Namun, rasa gerah tersebut seolah tidak menyurutkan ketertarikan mereka untuk mendengarkan langsung wejangan politik dalam agenda Forum Silaturahmi Sesepuh Partai Golkar bersama Pengurus dan Kader.
Momen sore itu menjadi refleksi ideologis yang cukup menegangkan ketika sesepuh sekaligus tokoh senior Partai Golkar, Haji Muhammad Muas melangkah maju ke depan forum.
Muas yang telah puluhan tahun berkecimpung mengawali semua di Pulau Belitung tidak datang untuk sekadar memberikan pujian.
Disertai guratan wajah yang tegas, Muas langsung melayangkan kritik tajam yang menusuk ke manajemen tata kelola organisasi partai. Ia mengingatkan Belitung Timur saat ini sedang berupaya keras membenahi sektor ekonomi dan mengembalikan kepercayaan publik yang sempat tergerus akibat dinamika daerah.
Di hadapan para pengurus, Muas secara blak-blakan memperingatkan agar kepengurusan Partai Golkar di tingkat daerah tidak disempitkan menjadi milik kelompok atau lingkaran keluarga tertentu.
"Kalau bisa Golkar jangan dijadikan pengurus keluarga. Tapi Golkar betul-betul tumbuh berkembang didasarkan kepada seluruh komponen masyarakat berada dalam Golkar. Supaya Golkar ini milik masyarakat, jangan jadi partai keluarga," ucap Muas.
Muas mengatakan jika partai sudah terjebak ke dalam lingkaran dinasti atau kelompok kecil, maka Golkar tidak akan pernah lagi bisa membela kepentingan masyarakat bawah.
Muas menyoroti berbagai persoalan pelik bangsa, mulai dari dampak psikologis kasus korupsi Rp271 triliun hingga masalah ketahanan pangan lokal yang rentan dimanfaatkan pihak asing.
Lebih lanjut, Muas sangat mengharamkan adanya kekompakan semu yang hanya digunakan sebagai batu loncatan untuk mencari penghidupan atau keuntungan pribadi.
"Jangan ada kekompakan yang semu. Jangan ada kekompakan yang hanya karena mau mengejar kekuasaan. Jangan ada kekompakan hanya untuk mencari hidup dan makan pribadi, yang lain ditinggalkan, itu tidak boleh," ucapnya.
Muas menjelaskan bahwa kekuatan politik ke depan harus bertumpu pada kualitas kader lokal asli daerah sendiri, alih-alih mengandalkan pendatang dari luar wilayah. Ia mengatakan pemenangan strategis di tingkat daerah hanya bisa didapati jika kader-kader internal di Beltim bergerak solid di zonanya masing-masing.
"Untuk ke depan, agar betul-betul kemenangan Golkar di tingkat II Kabupaten Belitung Timur itu betul-betul dihasilkan oleh anak-anak dan kader Golkar di sini. Karena sekarang ini kesolidan itu hanya bisa diatur oleh wilayah masing-masing untuk memenangkan dalam rangka mendukung apa yang disebut Asta Citanya Presiden Republik Indonesia," ungkapnya.
Kesetaraan untuk Kader Perempuan
Bimbingan dari sang sesepuh langsung direspons secara terbuka oleh Ketua DPD II Partai Golkar Belitung Timur, Nadiarsyah saat ditemui media.
Nadiarsyah mengakui bahwa Haji Muhammad Muas merupakan figur panutan yang rekam jejaknya di Pulau Belitung sudah tidak perlu diragukan lagi.
"Haji Muhammad Muas ini adalah selaku tokoh senior dari Partai Golkar yang dari sejak dulu beliau sudah berkecimpung mengawal keberadaan Golkar ini khususnya di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur sampai saat ini," ujar Nadiarsyah.
Nadiarsyah memastikan seluruh wejangan tersebut akan dijadikan bahan evaluasi mendalam bagi kepengurusan aktif saat ini yang mengomandoi 7 kecamatan dan 39 desa se-Beltim.
Nadiarsyah menargetkan suntikan motivasi dari forum silaturahmi ini bisa melahirkan kader-kader tangguh yang kompak untuk menyongsong target pemenangan pemilu pada periode-periode mendatang.
"Jadi kesempatan ini kami ingin kader-kader Partai Golkar itu menjadi kader yang solid, yang menjaga kekompakan dalam rangka kita untuk mengkonsolidasikan kemenangan di Pemilu 2029 dan 2031 nanti," katanya.
Selain itu, Nadiarsyah juga menambahkan bahwa mereka berkomitmen penuh untuk menjalankan amanat undang-undang terkait kesetaraan gender di panggung politik praktis.
Terakhir, Nadiarsyah mengungkapkan bahwa DPD II Golkar Beltim berjanji akan membuka ruang yang adil bagi keterwakilan kader perempuan dalam gerak pembangunan daerah ke depan.
"Tentunya kita berharap di Belitung Timur ini agar bisa tercapai apa yang kita inginkan. Begitu pula kesetaraan daripada perempuan, itu kita akan nanti memenuhi syarat-syarat yang diamanatkan oleh undang-undang maupun konstitusi," tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)
| Camat Gantung Apresiasi Sanggar Muara 9, Bantu Asah Motorik dan Sosialisasi Anak |
|
|---|
| Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Beltim Soroti Kesenjangan Pendidikan di Pulau Terluar |
|
|---|
| Sanggar Muara 9 Jadikan Lomba Tari Sarana Bentuk Karakter dan Lestarikan Budaya Daerah |
|
|---|
| Puluhan Penari Cilik Sanggar Muara 9 Tampil Memukau di Lomba Kelas Tari Gantung |
|
|---|
| Kades Buku Limau Senang Desanya Ramai Dikunjungi Bupati Belitung Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Silaturahmi-partai-golkar-beltim.jpg)