Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Belitung Kerahkan 181 Petugas Door to Door

Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga seluruh aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk keluarga yang tidak memiliki usaha

Tayang:
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat memasangkan rompi kepada petugas dalam apel siaga Sensus Ekonomi 2026, Senin (8/6/2026). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung akan mulai melaksanakan pendataan lapangan Sensus Ekonomi (SE) 2026 secara door to door pada 15 Juni-31 Agustus 2026.

Pelaksanaan sensus yang digelar setiap 10 tahun sekali itu ditandai dengan Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 yang dipimpin Bupati Belitung di halaman Kantor Bupati Belitung, Senin (8/6/2026).

Kepala BPS Kabupaten Belitung, Baiq Kurniawati mengatakan meski pendataan lapangan baru dimulai pertengahan Juni, rangkaian kegiatan Sensus Ekonomi 2026 sebenarnya telah berjalan sejak Mei lalu.

"Untuk sensus ekonomi 2026 yang secara door to door akan dimulai 15 Juni sampai 31 Agustus 2026. Sementara kegiatan sensus ekonomi sebenarnya sudah dimulai sejak bulan Mei, yaitu pendampingan untuk perusahaan-perusahaan besar," kata Baiq.

Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga seluruh aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk keluarga yang tidak memiliki usaha.

Menurutnya, pendataan tersebut bertujuan memperoleh gambaran utuh kondisi perekonomian masyarakat di Kabupaten Belitung.

"Keluarga yang tidak punya usaha pun akan kami data untuk mengetahui bagaimana kondisi ekonomi mereka. Dari situ nanti akan terlihat gambaran utuh kondisi perekonomian Kabupaten Belitung," jelasnya.

Baiq mengimbau masyarakat agar menerima petugas sensus yang datang ke rumah maupun tempat usaha serta memberikan informasi yang sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Ia memastikan seluruh petugas sensus dibekali identitas resmi yang dapat diverifikasi masyarakat.

Menurutnya petugas akan membawa identitas berupa tanda pengenal, surat petugas dan rompi. 

"Jika masih ragu, masyarakat bisa memindai QR Code yang ada pada tanda pengenal untuk memastikan bahwa mereka adalah petugas resmi BPS," ujarnya.

Menurut Baiq, kualitas data yang dihasilkan bergantung pada keterbukaan masyarakat dalam memberikan informasi.

Data yang akurat nantinya akan menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan dan program ekonomi yang tepat sasaran.

Demi mendukung pelaksanaan sensus, BPS Kabupaten Belitung telah merekrut 181 petugas yang berasal dari seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Belitung.

Mereka telah melalui proses seleksi administrasi, tes kompetensi hingga wawancara sebelum ditetapkan sebagai petugas lapangan.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved