Sosok Joseph Oetomo Pengendali PT Toba Pulp Lestari yang Kini Distop Beroperasi
Joseph membeli secara tidak langsung 1.283.649.894 saham atau 92,42 persen dari total saham PT Toba Pulp Lestari.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah stop sementara operasional PT Toba Pulp Lestari pasca banjir bandang dan longsor di Sumatera.
- PT Toba Pulp Lestari dikendalikan Joseph Oetomo konglomerat asal Singapura.
- Joseph Oetomo membeli secara tidak langsung 92,42 persen dari total saham PT Toba Pulp Lestari.
POSBELITUNG.CO - Pemerintah pusat akhirnya menghentikan sementara operasional PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) atau INRU di Pulau Sumatera.
Penghentian operasional berlaku sejak Kamis (11/12/2025). Tidak disebutkan sampai kapan perusahaan bubur kertas yang dikendalikan konglomerat Singapura tersebut berhenti beroperasim
Saat ini sudah lima perusahaan distop beroperasi terkait banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Toba Pulp Lestari menerima dua kebijakan pemerintah.
Penghentian operasional TPL diumumkan setelah perusahaan menerima dua surat resmi pemerintah.
Baca juga: Siapa Pemilik PT Toba Pulp Lestari yang Dituding Biang Kerok Banjir Sumatra, Luhut Buka Suara
Surat pertama dari Kementerian Kehutanan, melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, terbit surat bernomor S.468/PHL/IPHH/PHL.04.01/B/12/2025 tertanggal 8 Desember 2025, yang menetapkan penangguhan sementara akses penatausahaan hasil hutan di wilayah PBPH Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pada tanggal 10 Desember 2025, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara juga mengeluarkan surat bernomor 500.4.4.44/237/DISLHK-PHPS/XII/2025 yang memerintahkan penghentian seluruh kegiatan penebangan dan pengangkutan kayu eucalyptus hasil budidaya, termasuk PKR.
Kedua kebijakan tersebut diambil sebagai langkah mitigasi menyusul banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera dan menimbulkan korban jiwa.
Sebelumnya tiga wilayah provinsi yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh dilanda banjir bandang dan tanah longsor yang merenggut banyak korban jiwa.
Sebelumnya pemerintah pusat telah lebih dahulu menghentikannya kan sementara operasiola empat perusahaan.
Empat perusahaan tersebut terindikasi berkontribusi terhadap bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Pulau Sumatera.
Selain dihentikan sementara, keempat perusahaan tersebut juga diperintahkan untuk melakukan audit lingkungan.
Perusahaan tersebut yaitu, PT Agincourt Resources, PT North Sumatera Hydro Energy, PTPN III Batang Toru Estate, dan PT Sago Nauli Plantation.
Selain pembekuan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) juga memasang segel papan pengawasan dan garis Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) di lokasi operasi masing-masing perusahaan.
TPL Stop Sementara Operasional
| Tidak Lagi Rp6 Juta per Hari, BGN Bakal Evaluasi Insentif SPPG, Jaksa Ekspos Dapur MBG Bermasalah |
|
|---|
| Video: Kembali Memanas! Pejabat Iran Minta Hentikan Serang Teheran, Trump Buka Peluang Lanjutan |
|
|---|
| Mobil Dipasang OTK Pelacak, Tiyo Ardianto: Menjijikkan, Bukan Mobil Rental |
|
|---|
| Video: Dana Rp163 T Disorot, UEA Diam-diam Salurkan Miliaran Dolar ke Iran, Hentikan Rudal Teheran |
|
|---|
| Inilah Deretan Nama Pejabat yang Disuap John Field Bos PT Blueray dari Bea Cukai, BPOM dan Kemendag |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20251215-pabrik-Toba-Plup-Lestari.jpg)