Ramadhan 2026

Niat Mandi Puasa Ramadhan dan Tata Caranya Lengkap Latin & Arab

Niat mandi puasa Ramadhan 2026 lengkap Arab, Latin, & tata cara sesuai sunnah. Siapkan diri lahir batin menyambut bulan suci!

Tayang:
Penulis: Dedi Qurniawan | Editor: Dedi Qurniawan
Istimewa/NU Online via Kompas.com
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H / 2026, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin. Salah satu amalan yang umum dilakukan adalah mandi sunnah atau mandi keramas sebelum memasuki hari pertama puasa. Mandi ini bertujuan untuk menyucikan diri sekaligus menyambut bulan penuh berkah dalam kondisi fisik dan spiritual yang prima. 

Ringkasan Berita:- Sambut Ramadhan 1447 H/2026 dengan mandi sunnah untuk menyucikan diri.
Amalan ini dilakukan sore menjelang malam pertama puasa (17/18 Feb 2026).
Artikel ini memuat niat mandi dalam Arab, Latin, serta tata cara sempurna sesuai sunnah agar ibadah Tarawih dan puasa Anda lebih bersih dan khusyuk.

POSBELITUNG.CO -  Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H / 2026, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin.

Salah satu amalan yang umum dilakukan adalah mandi sunnah atau mandi keramas sebelum memasuki hari pertama puasa.

Mandi ini bertujuan untuk menyucikan diri sekaligus menyambut bulan penuh berkah dalam kondisi fisik dan spiritual yang prima.

Niat Mandi Puasa Ramadhan dan Tata Caranya Lengkap Latin & Arab

Berikut adalah panduan lengkap mengenai niat, waktu pelaksanaan, dan tata cara mandi sunnah Ramadhan :

Hukum Mandi Sebelum Puasa Ramadhan

Dalam kajian fikih, mandi menjelang Ramadhan hukumnya adalah sunnah (dianjurkan), bukan wajib.

Berbeda dengan mandi wajib (junub) yang disebabkan oleh hadas besar, mandi ini merupakan bentuk ta'zhim atau penghormatan terhadap kemuliaan bulan suci.

Mengutip kitab Hasyiyah al-Bajuri (1/81), para ulama menjelaskan bahwa disunnahkan mandi pada setiap malam di bulan Ramadhan untuk menjaga kebersihan dan kesegaran tubuh saat beribadah.

Bacaan Niat Mandi Puasa Ramadhan

Niat adalah rukun utama dalam ibadah.

Anda dapat melafalkannya secara lisan (jika di luar area WC) atau cukup di dalam hati.

Teks Arab

نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى

Teks Latin

Nawaitu adâ'al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhan lillâhi ta'âlâ.

Artinya

"Sahaja Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala."

Catatan Penting: Menurut Ustadz Abdul Somad (UAS), jika kamar mandi Anda menyatu dengan WC, dilarang melafalkan nama Allah secara lisan. Cukup niatkan di dalam hati sebelum mengguyur air.

Jadwal Mandi Puasa Ramadhan 2026

Berdasarkan ketetapan astronomis dan pemerintah, berikut adalah estimasi waktu pelaksanaannya:

PP Muhammadiyah

  • Awal 1 Ramadhan 1447 H  : Rabu, 18 Februari 2026
  • Waktu Mandi Sunnah : Selasa, 17 Februari 2026 (Sore/Malam)

Pemerintah (Estimasi)

  • Awal 1 Ramadhan 1477 H : Kamis, 19 Februari 2026
  • Waktu Mandi Sunnah : Rabu, 18 Februari 2026 (Sore/Malam). Keputusan resmi pemerintah akan ditetapkan melalui Sidang Isbat pada Selasa, 17 Februari 2026.

Tata Cara Mandi yang Sempurna (Sesuai Sunnah)

Agar mendapatkan pahala yang sempurna sesuai tuntunan Imam al-Ghazali dalam Bidayatul Hidayah, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Mencuci Tangan: Basuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
  • Membersihkan Najis: Bersihkan segala kotoran yang menempel di tubuh dan area kemaluan.
  • Berwudhu: Lakukan wudhu secara sempurna sebagaimana hendak salat.
  • Membaca Niat: Mulai mengguyur air ke kepala sebanyak 3 kali sambil melafalkan niat di dalam hati.
  • Guyur Sisi Kanan & Kiri: Basuh bagian tubuh sebelah kanan 3 kali, lalu sebelah kiri 3 kali.
  • Meratakan Air: Gosok seluruh lipatan kulit dan pastikan air mencapai pangkal rambut/bulu.
  • Mencuci Kaki: Pindah sedikit dari tempat berdiri semula, lalu basuh kedua kaki (untuk memastikan bagian telapak kaki bersih sempurna).

Penutup

Mandi sunnah menjelang Ramadhan adalah sarana pembersihan diri agar kita lebih khusyuk dalam menjalankan salat Tarawih dan puasa.

Meski tidak wajib, amalan ini mencerminkan kesiapan batin seorang mukmin dalam menyambut tamu agung, yakni bulan Ramadhan.

(Serambi News/ Pos Belitung.co)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved