Api Misterius Sudah Lebih 40 Kali Muncul di Rumah Warga Sleman

Api misterius selalu muncul di rumah warga Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tayang:
Editor: Fitriadi
KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
TERBAKAR - Kondisi tikar di rumah Mutfiana warga Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman yang beberapa hari lalu terbakar. 

Meskipun berbagai upaya penanganan telah dilakukan, keluarga dan warga sekitar masih berjaga setiap malam untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Anak pemilik rumah, H Mutfiana, mengatakan warga bahkan rutin berpatroli setiap 15 menit hingga 30 menit sekali di sekitar rumah. 

"Kita muter terus tiap 15 menit atau setengah jam buat inspeksi, takut ada api lagi," ujarnya.

Menurut dia, kemunculan api paling sering terjadi menjelang tengah malam dan membakar barang secara acak, mulai dari handuk, kasur, sofa, hingga perabot rumah tangga lainnya.

Mirip di Gunung Kidul

Kebakaran misterius yang menimpa rumah Agus Yani ini mirip dengan peristiwa yang terjadi di Pedukuhan Kwangen Lor, Semanu, Gunungkidul pada tahun 2015 silam.

Saat itu, rumah milik  Ladino dan Tugiyah juga diteror kebakaran misterius seperti yang dialami oleh keluarga Agus Yani.

Perkakas rumah tangga yang berada di dalam rumah, mulai dari kasur, televisi, kain dan barang lainnya terbakar secara misterius.

Saat itu keluarga Ladino memutuskan untuk mengeluarkan seluruh isi rumah keluar dari bangunan.

Dalam pemberitaan Tribun Jogja pada 2015 silam, kebakaran misterius yang menimpa rumah milik Ladino ini terjadi pada Jumat (18/9/2015).

Isti Ladino, Tugiyah saat itu mengaku awalnya dirinya bersama kakak dan adiknya mencari pakan ternak ke salah satu mulut gua yang ada tak jauh dari rumahnya, dia dikagetkan dengan bayangan hitam di sekitar mulut gua.

Setelah selesai mencari rumput, kemudian Tugiyah bersama kakak dan adiknya memutuskan untuk pulang kerumah. Sesampai di rumah kejadian aneh mulai terjadi.

Awalnya ada perkakas rumah yang terbakar tanpa sebab yang jelas. Oleh keluarganya kobaran api langsung disiram dengan menggunakan air hingga padam. 

“Setelah sampai di rumah, ternyata ada perkakas yang terbakar. Padahal tidak ada korsleting listrik,” kata Tugiyah saat ditemui di rumahnya, Jumat (25/9/2015) silam.

Awalnya Tugiyah mengaku tidak curiga dengan kebakaran yang menimpa perkakas rumahnya karena mengganggap kejadian itu sebagai musibah.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved