Berita Bangka Belitung

Jemaah Haji Bangka Belitung Pulang 11, 12 dan 14 Juni

Jemaah asal Bangka Belitung dijadwalkan kembali ke Indonesia melalui Debarkasi Palembang secara bertahap mulai 11, 12 dan 14 Juni 2026.

Tayang:
Editor: Fitriadi
Dok Tribunnews
TAWAF IFADAH - Sejumlah jemaah haji melaksanakan tawaf ifadah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Armuzna, Arab Saudi, Sabtu (30/5/2026) dini hari. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Jemaah asal Bangka Belitung dijadwalkan kembali ke Indonesia melalui Debarkasi Palembang secara bertahap.

Kloter 7 akan tiba pada 11 Juni 2026, Kloter 8 pada 12 Juni 2026, dan Kloter 9 pada 14 Juni 2026.

Jumlah awal jemaah haji asal Babel tercatat sebanyak 1.077 orang.

Namun, tiga jemaah melakukan mutasi ke luar provinsi sehingga total jemaah yang diberangkatkan menjadi 1.074 orang.

Di tengah pelaksanaan ibadah haji, Babel juga berduka atas wafatnya seorang jemaah asal Bangka Selatan, Aminah (75), anggota Kloter 9. 

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Republik Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dewi Rosaria Indah mengatakan, almarhumah meninggal dunia di Arab Saudi setelah sempat menjalani perawatan akibat sesak napas.

Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bangka, Giapul Prabungga, mengatakan sebagian jemaah Kloter 8 telah menyelesaikan rangkaian wajib haji melalui nafar awal dan kembali ke hotel di Makkah.

Setelah seluruh rangkaian ibadah di Mina selesai, para jemaah akan melanjutkan Tawaf Ifadah di Masjidil Haram sebelum menunaikan Tawaf Wada sebagai penutup ibadah haji menjelang kepulangan ke Tanah Air.

Tertib dan Lancar

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menyatakan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi telah memasuki fase kepulangan jemaah gelombang pertama ke Tanah Air.

Proses pemulangan dilakukan secara bertahap melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan hingga Senin (1/6/2026), operasional penyelenggaraan haji telah memasuki hari ke-42. Secara umum, seluruh rangkaian ibadah dan layanan bagi jemaah berjalan lancar, aman, tertib, dan terkendali.

“Pada hari ini, Senin, 1 Juni 2026, bertepatan dengan 15 Zulhijjah 1447 Hijriah, penyelenggaraan ibadah haji memasuki hari operasional ke-42. Alhamdulillah, secara keseluruhan rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini terus berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan terkendali,” kata Maria.

Menurut dia, keberhasilan pelaksanaan puncak ibadah haji menjadi modal penting dalam memasuki fase berikutnya, yakni pemulangan jemaah ke Indonesia. 

Pemerintah terus mengawal proses pergerakan jemaah mulai dari hotel, perjalanan menuju bandara, hingga penerbangan agar berlangsung aman dan tertib.

Pada hari pertama fase kepulangan tersebut, sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan kembali ke Indonesia.

Hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 12 kloter telah diberangkatkan dari Arab Saudi dengan total 3.479 jemaah dan 36 petugas haji.

Maria menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah Indonesia yang telah menunjukkan kedisiplinan, kesabaran, dan kepatuhan terhadap arahan petugas selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan selama musim haji tahun ini.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan ibadah haji berlangsung. Segala saran dan masukan dari Bapak dan Ibu jemaah menjadi bekal kami untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal pada masa penyelenggaraan ibadah haji ke depan,” ujarnya.

Air Zamzam

Kemenhaj mengingatkan seluruh jemaah yang masuk jadwal kepulangan agar mempersiapkan barang bawaan dengan baik serta mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan.

Dokumen penting seperti paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, dan perlengkapan yang dibutuhkan selama perjalanan diminta disimpan di tempat yang mudah dijangkau.

Selain itu, jemaah diminta memperhatikan aturan terkait berat dan jenis barang bawaan sesuai ketentuan maskapai penerbangan.

Kemenhaj secara khusus kembali menegaskan larangan membawa air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin.

“Kami menegaskan kembali kepada seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Memasukkan air zamzam ke dalam koper merupakan pelanggaran terhadap aturan penerbangan dan dapat mengganggu kelancaran proses pemeriksaan bagasi di bandara,” tegas Maria.

Ia memastikan jemaah tidak perlu membawa air zamzam secara mandiri dari Arab Saudi.

Pemerintah telah menyiapkan distribusi resmi sehingga setiap jemaah haji Indonesia akan menerima satu galon air zamzam berisi lima liter di debarkasi masing-masing setelah tiba di Tanah Air.

“Air zamzam sudah disiapkan melalui mekanisme resmi. Setiap jemaah akan menerima satu galon berisi lima liter di debarkasi masing-masing. Jadi, tidak perlu membawa zamzam di koper,” katanya.

Di samping itu, Kemenhaj juga mengimbau jemaah tetap menjaga kondisi kesehatan selama menunggu jadwal kepulangan.

Mengingat suhu udara di Makkah masih cukup tinggi, jemaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, beristirahat cukup, serta menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar ruangan.

Jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan, dan mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi juga diminta mendapat perhatian khusus dari ketua kloter, ketua rombongan, keluarga, maupun sesama jemaah. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved