Kalender 2026

Kalender Jawa 4 Juni 2026 Weton Kamis Pahing, Diperingai Hari Anak Korban Perang

Weton adalah hitungan hari lahir yang masih digunakan oleh masyarakat Jawa, sering dijadikan sebagai patokan untuk meramalkan sesuatu.

Tayang:
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: M Zulkodri
Unsplash/Behnam Norouzi
KALENDER -- Tanggal 4 Juni 2026 dalam kalender Jawa merupakan weton Kamis Pahing dan Wuku Julungwangi. 

POSBELITUNG.CO -- Setiap hari memiliki weton tersendiri dalam kalender Jawa.

Weton adalah hitungan hari lahir yang masih digunakan oleh masyarakat Jawa, sering dijadikan sebagai patokan untuk meramalkan sesuatu.

Tanggal 4 Juni 2026 dalam kalender Jawa merupakan weton Kamis Pahing dan Wuku Julungwangi.

Baca juga: Biodata Oegroseno, Eks Wakapolri Dukung Usia Pensiun Polisi Diperpanjang: Sampai 80 Tahun Tak Apa

Kombinasi yang dalam kosmologi masyarakat Jawa tradisional dipercaya membawa aura kepemimpinan yang tegas namun penuh dengan daya pikat bagi lingkungan sekitarnya. 

Bagi masyarakat Jawa, Kamis Pahing dipandang sebagai hari yang membawa simbol keteguhan prinsip dan cita-cita besar.

Di mana individu yang lahir atau beraktivitas di bawah naungan ini diyakini memiliki pundak yang kuat untuk memikul tanggung jawab serta memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa. 

Bersatunya nilai neptu Kamis Pahing yang besar dengan karakteristik Wuku Julungwangi yang sarat akan aroma keharuman dan daya tarik sosial.

Serta memberikan sebuah rujukan luhur untuk memetakan potensi watak, menyiasati pasang surut roda rezeki, hingga merajut jalinan asmara agar senantiasa harmonis dan langgeng di bawah restu alam semesta.

Baca juga: Kalende Jawa 1 Juni 2026 Senin Wage, Simak Jadwal Libur Nasional dan Long Weekend

Seseorang yang lahir pada Kamis Pahing menyandang jumlah Neptu yang sangat besar, yaitu 17, yang didapatkan dari penjumlahan Kamis (8) dan Pahing (9), dengan watak utama yang digambarkan sebagai Lakuning Bumi. 

Karakter dasarnya adalah sosok yang sangat sabar, suka mengalah, protektif, dan memiliki hati yang lapang layaknya bumi yang menampung apa saja. 

Mereka juga dikenal sebagai pribadi yang cerdas, memiliki wawasan luas, dan tidak suka mencampuri urusan orang lain. 

Sementara itu, Wuku Julungwangi berada di bawah naungan Batara Sambu, dewa yang melambangkan keindahan pembawaan, ketegasan, serta aroma "keharuman" nama baik. 

Pertemuan antara ketabahan Kamis Pahing dan pesona Batara Sambu dari Wuku Julungwangi melahirkan pribadi yang sangat karismatik, pandai bergaul, dan dihormati di mana pun mereka berada. 

Namun, dengan neptu yang besar ini, mereka harus berhati-hati terhadap sisi negatifnya, yaitu sifat yang cenderung mudah curiga, jika sudah marah sulit diredam, serta kadang terkesan angkuh karena merasa tahu banyak hal.

Perlu ditekankan, mempelajari weton hanya sebatas untuk melestarikan budaya leluhur, bukan sebagai penentu nasib baik dan buruk.

Momen Penting 4 Juni

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved