Video
Video: SIGAS BELTIM Resmi Diluncurkan, Distribusi LPG 3 Kg Kini Bisa Dipantau Secara Digital
Meskipun sebagian peserta datang dengan pakaian yang masih basah akibat hujan, suasana kegiatan tetap berlangsung meriah
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Rusaidah
POSBELITUNG.CO -- Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur Kecamatan Manggar sejak pagi hari tidak menghalangi antusiasme para peserta untuk menghadiri peluncuran Sistem Informasi Gas Belitung Timur (SIGAS BELTIM), Senin (8/6/2026).
Sejak pagi, puluhan undangan terlihat memadati Ruang Satu Hati Bangun Negeri (SHBN) yang berada di Kantor Bupati Belitung Timur.
Meskipun sebagian peserta datang dengan pakaian yang masih basah akibat hujan, suasana kegiatan tetap berlangsung meriah dan penuh semangat.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur, mulai dari staf ahli Sekretariat Daerah Belitung Timur, perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Belitung Timur, kepala bagian, camat, kepala desa se-Beltim, perwakilan PT Pertamina, agen LPG, hingga pemilik pangkalan gas.
Baca juga: Harga Sawit di Belitung Timur Mulai Pulih, TBS Kembali Tembus Rp3.500 per Kilogram
Kehadiran mereka bertujuan mengikuti dua agenda penting sekaligus, yakni Soft Launching SIGAS BELTIM dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa. Setelah itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai sistem digital yang dikembangkan untuk memantau distribusi LPG bersubsidi di Belitung Timur.
Tak hanya pemaparan materi, panitia juga memperagakan secara langsung cara penggunaan aplikasi SIGAS BELTIM agar para peserta dapat memahami fungsi dan mekanisme sistem tersebut.
Usai kegiatan, Kepala Bagian Perekonomian, Pembangunan, dan Sumber Daya Alam (Ekbang) Setda Beltim, Tri Astuti Ramadhani Haliza, menjelaskan bahwa lahirnya SIGAS BELTIM berangkat dari berbagai persoalan yang selama ini kerap muncul dalam distribusi LPG 3 kilogram.
Menurut Tri, pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari dugaan distribusi yang tidak tepat sasaran hingga munculnya isu kelangkaan gas bersubsidi di tengah masyarakat.
Ia menilai salah satu akar persoalan tersebut adalah belum tersedianya data distribusi yang dapat dipantau secara langsung dan berkelanjutan.
Karena itu, Pemkab Belitung Timur mengembangkan sistem berbasis web yang terintegrasi melalui laman resmi SIGAS BELTIM untuk membantu pengawasan distribusi LPG subsidi.
"Melalui SIGAS BELTIM, kita mendigitalisasi seluruh proses distribusi gas LPG 3 kg di daerah. Fitur utamanya mencakup database lengkap penerima subsidi yang terverifikasi, pendataan pangkalan, hingga pemetaan lokasi pangkalan dalam bentuk peta digital untuk memudahkan masyarakat," ujar Tri.
Ia menambahkan, keterlibatan camat dan kepala desa dalam peluncuran aplikasi tersebut sengaja dilakukan agar informasi mengenai SIGAS BELTIM dapat tersampaikan hingga ke tingkat masyarakat.
Pemerintah berharap aparatur kecamatan dan desa dapat membantu menyosialisasikan platform tersebut sehingga warga dapat mengetahui dan memantau sendiri jalur distribusi LPG 3 kilogram yang masuk ke wilayah mereka.
Menurut Tri, keberadaan sistem ini juga akan membantu pemerintah daerah dalam merespons berbagai informasi yang berkembang di masyarakat terkait distribusi gas subsidi.
| Video : Perang AS Israel vs Iran Hari ke-100, Negosiasi Damai Gagal di Detik Terakhir |
|
|---|
| Video: Jordi Onsu Pilih Tak Terlibat Lagi dalam Polemik Sarwendah dan Ruben Onsu |
|
|---|
| Video: Tanggal Lahiran Baby Zac Disorot, Amanda Manopo Kembali Diterpa Isu Hamil Duluan |
|
|---|
| Video: Clara Shinta Akhirnya Buka Suara soal Isu jadi Simpanan Denny Goestaf |
|
|---|
| Video: Keberadaan Giorgio Antonio Jadi Pertimbangan, Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh |
|
|---|