Berita Nasional
Usaha Milik Dwi Hartono Dalang Penculikan Kacab BRI Dikabarkan Bangkrut
Kehidupan keluarga pengusaha Dwi Hartono, yang disebut sebagai dalang pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN akhirnya terkuak.
Penulis: Lisa Lestari | Editor: Novita
POSBELITUNG.CO - Kehidupan keluarga pengusaha Dwi Hartono, yang disebut sebagai dalang pembunuhan Kepala Cabang BRI di Jakarta Mohammad Ilham Pradipta (MIP), akhirnya terkuak.
Seorang mantan karyawan mengungkap kondisi rumah tangga Dwi Hartono bersama istrinya, Andreana Wulandari.
Selama tiga tahun terakhir, keduanya disebut mengalami kesulitan ekonomi.
Dwi Hartono (DH), yang dikenal sebagai pengusaha sekaligus motivator asal Jambi, kerap menampilkan sosoknya sebagai inspirator di media sosial.
Ia sering membagikan kata-kata motivasi, serta foto kebersamaan dengan Andreana saat berlibur.
Namun, setelah dirinya ditangkap polisi, Andreana dikabarkan mendadak melarikan diri.
Menurut laporan TribunNewsBogor, Selasa (26/8/2025), Andreana sebelumnya masih aktif berjualan pakaian melalui TikTok, tetapi kini akun Instagram pribadinya sudah diprivat.
Akun TikTok bernama obat nyamuk, yang mengaku mantan karyawan Hartono, menuturkan bahwa kondisi ekonomi pasangan tersebut memang memburuk dalam tiga tahun terakhir.
Bahkan, ia menyebut Andreana sudah lebih dulu kabur bersama anaknya pada malam hari, berdasarkan informasi dari pegawai Hartono.
Meski begitu, kabar ini masih belum terkonfirmasi secara resmi.
Mohammad Ilham Pradipta sendiri merupakan Kepala Cabang BRI di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Ia diculik oleh AT, RS, RAH, dan RW di area parkir sebuah swalayan di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8/2025).
Keesokan harinya, jasad Ilham ditemukan di Desa Nagasari, Serang Baru, Bekasi, dengan kondisi tangan dan kaki terikat serta mata dililit lakban.
Korban kemudian dimakamkan di TPU Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Selain itu, rencana besar Dwi Hartono untuk membangun helipad di Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, dipastikan batal.
Ia sebelumnya berencana membangun fasilitas itu di atas lahan seluas sekitar 4 hektare di Jalan Sapat, Desa Mekar Kencana, tepat di depan rumah orang tuanya.
Namun, karena lahan yang saat ini berupa kebun karet produktif milik warga tidak dijual, rencana tersebut pun kandas.
Kepala Dusun Jati Makmur, Rahmat Widodo, membenarkan pembatalan rencana pembangunan helipad tersebut. (*)
| Angka GKN Rp641.443 per Kapita, Disebut Hanya Cukup untuk Makan 13 Hari |
|
|---|
| Pemulangan 54 WNI Korban Online Scam dari Myanmar, Prioritaskan Tiket Mandiri |
|
|---|
| MK Perkuat Akses Digitalisasi Lewat Inovasi MKLC dan MKAI |
|
|---|
| Rilis Cuaca BMKG, Provinsi Babel Masuk Wilayah Level Waspada |
|
|---|
| KKP Kembali Ekspor Udang Bersertifikat Bebas Cesium-137 ke Amerika Serikat |
|
|---|