Video
Demo Besar Terjadi, Kemarahan Publik Dipicu Blunder Anggota DPR
Kemarahan publik kembali memuncak akibat berbagai blunder yang dilakukan oleh sejumlah anggota DPR RI.
Penulis: Ilham Pratama | Editor: Teddy Malaka
POSBELITUNG.CO - Kemarahan publik kembali memuncak akibat berbagai blunder yang dilakukan oleh sejumlah anggota DPR RI.
Beberapa anggota DPR terlihat melakukan tindakan yang dinilai tidak peka terhadap kondisi masyarakat.
Contohnya, beberapa legislator terekam joget-joget di saat masyarakat tengah menghadapi kesulitan ekonomi.
Selain itu, ada anggota yang mengeluarkan pernyataan kontroversial tanpa empati, bahkan ada yang menyinggung rakyat dengan kata-kata keras seperti “ketololan sedunia.”
Blunder-blunder tersebut memicu protes keras dari masyarakat, hingga menimbulkan ketegangan di lapangan.
Tragedi semakin parah ketika Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online berusia 21 tahun, menjadi korban meninggal dunia akibat dilindas kendaraan taktis Brimob dalam aksi demonstrasi.
Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar, menegaskan bahwa para legislator yang menjadi pemicu masalah ini sebaiknya segera meminta maaf dan menemui masyarakat.
Menurut Semar, mencari pembenaran tanpa refleksi hanya memperburuk situasi dan memicu kemarahan publik.
Rampai Nusantara sendiri adalah organisasi yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara sebagai prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Semar menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwenang.
Ia juga meminta agar publik menghindari spekulasi dan penyebaran informasi yang belum terverifikasi, karena hal tersebut berpotensi memperkeruh keadaan.
Lebih lanjut, Semar menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan.
Ia menegaskan bahwa kasus ini harus diusut tuntas agar keadilan dapat ditegakkan bagi keluarga korban.
Selain itu, Semar memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang segera meminta maaf kepada keluarga korban dan turun langsung ke lokasi kejadian.
Menurutnya, respons cepat Polri menunjukkan keseriusan aparat dalam menangani kasus tersebut.
Ia berharap proses hukum berjalan transparan dan profesional, serta kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Semar menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh dalam penanganan demonstrasi untuk mencegah tragedi yang merugikan masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPR RI, Puan Maharani, juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan.
Puan menyampaikan duka cita melalui video yang diterima Tribunnews pada Jumat (29/8/2025).
Ia menyatakan harapannya agar amal ibadah Affan diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.
Puan menekankan bahwa DPR akan mengawal proses penyelidikan atas kasus ini hingga selesai.
Ia meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut kasus ini secara tuntas dan transparan.
Selain itu, Puan juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas kekerasan yang dialami para pengunjuk rasa selama menyampaikan aspirasi.
Ia mengakui bahwa DPR belum sepenuhnya menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat, dan meminta maaf kepada masyarakat atas hal tersebut.
Ketua DPR mengajak seluruh pihak untuk membuka ruang komunikasi yang sehat dan bergotong royong membangun bangsa.
Puan menekankan pentingnya mawas diri, kerja keras, dan doa bersama agar insiden tragis seperti ini tidak terulang lagi.
Ia berharap tragedi yang menelan korban jiwa dapat menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, termasuk aparat dan legislator, dalam menangani aspirasi publik.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Demo Besar-besaran Terjadi, Pangkal Kemarahan Publik Dinilai Berasal dari Blunder Para Anggota DPR
| Video: Pratama Arhan dan Inka Andestha Jadi Sorotan Usai Momen Makan Malam Bersama |
|
|---|
| Video: Punya Harta Rp1 Triliun Lebih, Raffi Ahmad Akui Semua Keuangan Dipegang Nagita |
|
|---|
| Video: Wendy Lo dan Giorgio Buka Suara soal Serangan Netizen di Tengah Konflik Ruben–Sarwendah |
|
|---|
| Video: Salvo Rudal Iran Lumpuhkan Radar AR-327 Bahrain, Sistem Pertahanan Bentukan AS Keok? |
|
|---|
| Video: Pesawat VIP UEA ke Teheran Disorot, Diduga Bawa 'Uang Damai' Rp163 Triliun ke Iran |
|
|---|