Video

Video : China Kembali Borong Minyak, Harga Energi Global Terancam Naik, Indonesia Bisa Terdampak

China diperkirakan kembali meningkatkan impor minyak mentah setelah sempat turun drastis akibat konflik Timur Tengah.

Tayang:
Penulis: M Zulkodri | Editor: M Zulkodri

Ringkasan Berita:
  • Pasar minyak global menghadapi ancaman kenaikan harga setelah China diprediksi kembali meningkatkan impor minyak mentah dalam beberapa bulan mendatang.
  • Jika permintaan energi Negeri Tirai Bambu melonjak, pasokan dunia berpotensi mengetat dan memicu kenaikan harga BBM, transportasi, hingga biaya logistik di berbagai negara, termasuk Indonesia.

 

POSBELITUNG.CO--Pasar energi global berpotensi menghadapi tekanan baru dalam beberapa bulan mendatang.

China diperkirakan akan kembali meningkatkan impor minyak mentah setelah sebelumnya memangkas pembelian secara signifikan akibat dampak konflik di Timur Tengah dan gangguan rantai pasok energi dunia.

Prediksi tersebut muncul dalam laporan terbaru ANZ yang menilai kondisi pasar minyak global saat ini masih relatif stabil karena dua faktor utama, yakni meningkatnya stok minyak di Amerika Serikat serta turunnya permintaan impor dari China sebagai konsumen energi terbesar kedua di dunia.

Namun situasi tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung lama.

Ketika aktivitas industri dan mobilitas masyarakat di China kembali meningkat, kebutuhan energi negara tersebut diprediksi ikut melonjak dan berpotensi mengerek harga minyak dunia.

Impor China Sempat Anjlok Akibat Konflik Timur Tengah

Laporan ANZ mencatat impor minyak mentah China mengalami penurunan tajam setelah terganggunya jalur distribusi energi di kawasan Timur Tengah, khususnya akibat penutupan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.

Sebelum konflik meningkat, impor minyak China berada di kisaran 12,5 juta barel per hari. Namun volume tersebut disebut merosot drastis menjadi sekitar 2,5 juta barel per hari.

Penurunan impor dalam jumlah besar itu membuat China menghemat lebih dari 60 juta barel minyak dibandingkan kondisi sebelum ketegangan geopolitik meningkat pada akhir Februari lalu.

Pengurangan pembelian minyak tersebut turut membantu meredakan tekanan di pasar global karena permintaan dari salah satu konsumen terbesar dunia berkurang secara signifikan.

Aktivitas Industri Melambat

Selain dipengaruhi gangguan pasokan internasional, turunnya impor minyak China juga dipicu perlambatan aktivitas ekonomi domestik.

Beberapa faktor yang disebut memengaruhi permintaan energi antara lain:

  • Melambatnya sektor manufaktur.
  • Meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.
  • Penurunan aktivitas penerbangan domestik.
  • Terganggunya pasokan bahan baku petrokimia dari Timur Tengah.
  • Tingginya harga minyak mentah global.

Kenaikan biaya pengiriman dan premi asuransi.

Kondisi tersebut membuat sejumlah kilang minyak di China mengurangi aktivitas produksi karena margin keuntungan yang semakin tertekan.

Akibatnya, kebutuhan impor minyak mentah dalam beberapa bulan terakhir mengalami penurunan cukup signifikan.

Cadangan Minyak China Terus Bertambah

Di tengah turunnya impor, China diketahui lebih banyak mengandalkan pengelolaan stok energi yang telah dikumpulkan selama beberapa tahun terakhir.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved