Video
Kasus Bobol Rekening Rp204 Miliar, Ini Alasan Pengamat Soal Kinerja Bank
Kasus dugaan pembobolan rekening senilai Rp204 miliar yang baru-baru ini terungkap mendapat perhatian luas, termasuk dari kalangan pengamat ekonomi.
Penulis: Ilham Pratama | Editor: Alza
POSBELITUNG.COM - Kasus dugaan pembobolan rekening senilai Rp204 miliar yang baru-baru ini terungkap mendapat perhatian luas, termasuk dari kalangan pengamat ekonomi.
Langkah cepat industri perbankan dalam mendeteksi dan menindaklanjuti kasus tersebut dipuji sebagai bukti pentingnya sistem proteksi yang mumpuni.
Ekonom INDEF sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Paramadina, Ariyo Irhamna, menilai perbankan menunjukkan keseriusan dalam menjaga dana nasabah.
Menurutnya, penerapan sistem deteksi dini memungkinkan bank tidak hanya bereaksi setelah kerugian terjadi, tetapi juga mampu mencegah fraud sejak awal.
“Dengan sistem ini, potensi kejahatan dapat diidentifikasi sebelum benar-benar menimbulkan kerugian besar bagi nasabah,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).
Ia menambahkan, keberadaan sistem pengawasan seperti ini sangat penting untuk menjaga reputasi industri perbankan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Dengan adanya sistem tersebut, kerugian dapat ditekan, nasabah terlindungi, dan kepercayaan publik terhadap bank tetap terjaga,” jelasnya.
Meski demikian, Ariyo mengingatkan bahwa sistem proteksi tidak bisa berdiri sendiri.
Kapasitas, kesigapan pegawai, serta pembaruan teknologi harus terus dilakukan agar bank mampu mengantisipasi beragam modus kejahatan finansial yang semakin canggih.
“Sistem ini bukan jaminan absolut. Perlu didukung dengan sumber daya manusia yang terlatih serta pemutakhiran sistem sesuai perkembangan zaman,” pungkasnya.
Kasus pembobolan ini sebelumnya berhasil diungkap Bareskrim Polri setelah sindikat memanfaatkan rekening seorang pengusaha tanah berinisial S.
Dalam aksinya, pelaku memindahkan dana ratusan miliar rupiah ke lima rekening penampungan berbeda.
Transaksi dilakukan sebanyak 42 kali hanya dalam kurun waktu 17 menit.
Aksi tersebut berlangsung pada Jumat malam sekitar pukul 18.00 WIB, dengan memanfaatkan momentum akhir pekan agar tidak segera terdeteksi sistem bank.
Namun, upaya itu akhirnya gagal karena sistem deteksi dini perbankan segera membaca kejanggalan transaksi.
| Video: Puluhan Siswa SD dan Guru di Tanjungpandan Muntah dan Sakit Perut Usai Minum Susu Kedelai MBG |
|
|---|
| Video: Sertifikat Mualaf Dicabut, Richard Lee Kembali Disorot, Lewat Admin Medsos Angkat Bicara |
|
|---|
| Video : Pernyataan Donald Trump tentang Raja Charles Picu Kontroversi Diplomatik |
|
|---|
| Video: Niat Mulia Ivan Gunawan, Bangun 99 Masjid di Penjuru Negeri, Dari Sabang Sampai Merauke |
|
|---|
| Video: Kritik Mojtaba Khamenei: Ingin Teluk Tanpa Campur Tangan Asing, Klaim AS Telah Dikalahkan |
|
|---|