Video
Kepala BGN Ungkap Soal Keracunan MBG di Berbagai Daerah, Presiden Prabowo Sebut Ini
sejumlah arahan dari Presiden Prabowo Subianto, setelah banyaknya kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah
Penulis: Disa Aryandi | Editor: Alza
POSBELITUNG.CO -- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan sejumlah arahan dari Presiden Prabowo Subianto, setelah banyaknya kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.
Lonjakan kasus keracunan MBG ini bahkan membuat sejumlah masyarakat mendesak pemerintah agar menghentikan sementara program tersebut.
Oleh karena itu, Dadan menyampaikan bahwa Prabowo meminta agar sistem tata kelola di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok menu MBG diperbaiki, terutama untuk SPPG yang baru beroperasi.
"Beliau memberikan arahan untuk memperbaiki sistem tata kelola SPPG, terutama untuk yang baru-baru," ungkap Dadan, Senin (29/9/2025), dikutip dari Tribunnews.com.
"Kami langsung eksekusi pagi ini, ada kurang lebih 600-an SPPG baru yang operasional dan kami sudah berikan perintah tidak boleh melebihi 1.000 penerima manfaat untuk yang awal-awal nanti, mereka silakan naikkan secara bertahap setelah mampu," tambahnya.
Selanjutnya, kata Dadan, Prabowo juga meminta agar seluruh dapur SPPG memiliki koki profesional yang sudah berpengalaman.
Sehingga bisa merata dan tidak hanya dapur-dapur SPPG lama saja yang memiliki koki profesional.
"Dari pengalaman di lapangan itu memang yang baik-baik itu biasanya memiliki koki atau juru masak profesional dan Pak Presiden dengan itu kemudian menyampaikan kenapa nggak seluruh SPPG aja memiliki koki profesional atau koki yang terlatihlah, atau juru masak yang terlatih dan itu kami kemudian pedomani," ucapnya.
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, sebelumnya juga telah menyampaikan bahwa BGN mewajibkan koki atau juru masak di dapur SPPH harus memiliki sertifikat memasak, karena dinilai memiliki pengetahuan teknik memasak yang baik. (*)
| Video : Heboh Video Ibu di Bekasi, Ngaku Dimintai Puluhan Juta Usai Anak Ditangkap |
|
|---|
| Video: Genderang Perang AS-Iran Kian Memanas, Trump Ultimatum Teheran, Singgung Proposal Perdamaian |
|
|---|
| Video: Ancaman Keras Iran, Dunia Tak Bisa Akses Minyak Jika AS Serang Ekspor Teheran di Selat Hormuz |
|
|---|
| Video: Wardatina Mawa Singgung Lagi Video Syur di Postingan Inara Rusli, Insanul Akhirnya Bereaksi |
|
|---|
| Video: Purbaya Yudhi Sadewa Tetap Tenang Hadapi Isu APBN, Pastikan Subsidi Energi Aman |
|
|---|