Palestina Vs Israel
Donald Trump Umumkan Benyamin Netanyahu dan Hamas Siap Teken Perjanjian Damai
Benjamin Netanyahu, dan kelompok militan Hamas telah menunjukkan kesiapan untuk mendukung proposal perdamaian.
Penulis: Lisa Lestari | Editor: Kamri
POSBELITUNG.CO - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan kelompok militan Hamas telah menunjukkan kesiapan untuk mendukung proposal perdamaian yang diinisiasi oleh Amerika Serikat.
Perkembangan ini menjadi sinyal positif dalam upaya mengakhiri konflik berkepanjangan di Gaza yang telah berlangsung hampir dua tahun sejak pecahnya agresi Israel pada 7 Oktober 2023.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut bahwa kedua pihak kini berada “sangat dekat” untuk mencapai kesepakatan yang sebelumnya sulit dicapai.
Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan tertutup antara Trump dan Netanyahu di Gedung Putih pada Senin (29/9/2025).
Meski selama ini Netanyahu dikenal menentang gagasan pembentukan negara Palestina, ia menilai bahwa dukungan terhadap rencana ini dapat membantu Israel menurunkan eskalasi konflik, sekaligus memperkuat posisi keamanannya.
Selain itu, melalui rencana tersebut, Israel juga akan memperoleh kendali yang lebih terukur atas wilayah strategis dan mendapatkan dukungan internasional dalam menjaga stabilitas nasional.
Pertimbangan inilah yang membuat Netanyahu menyetujui proposal perdamaian yang diajukan Trump, karena menurutnya langkah-langkah yang diatur di dalamnya dapat melindungi kepentingan Israel sambil memberikan solusi realistis menuju perdamaian.
Rencana perdamaian berisi 21 poin tersebut mencakup sejumlah langkah penting, di antaranya penghentian segera serangan militer di Gaza dan penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah tersebut.
Setelah penarikan, akan diterapkan sistem pengawasan internasional untuk memastikan kepatuhan Hamas dan kelompok bersenjata lain terhadap gencatan senjata.
Trump juga mengusulkan program rekonstruksi besar-besaran bagi Gaza dengan dukungan finansial dari negara-negara donor, terutama negara-negara Arab.
Tujuannya adalah menciptakan keamanan, stabilitas, dan kesejahteraan jangka panjang bagi warga Gaza.
Selain itu, proposal tersebut menawarkan amnesti bagi anggota Hamas yang bersedia menerima koeksistensi damai, sementara bagi mereka yang menolak, diberikan pilihan untuk meninggalkan Gaza menuju negara lain yang belum disebutkan.
Trump menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penghentian perang yang telah berlangsung hampir dua tahun, tetapi juga membuka peluang bagi penyaluran bantuan kemanusiaan berskala besar ke Gaza.
Bantuan tersebut akan dikoordinasikan oleh PBB bersama Bulan Sabit Merah.
(Tribunnews.com)
| Menteri Israel Satu Ini Ajukan Permintaan Nyeleneh Usai Pengakuan Negara Palestina Meluas |
|
|---|
| Israel Ingin Caplok Tepi Barat Palestina, Trump dan Vance Kesal, AS Ancam Tindakan Keras Ini |
|
|---|
| Sosok Saleh Aljafarawi Jurnalis Muda Palestina Tewas Ditembak Proksi Israel, Konten Terakhir Viral |
|
|---|
| Sosok Marwan Barghouti Figur Paling Ditakuti Israel, Alasan Zionis Tolak Bebas Tokoh Palestina Ini |
|
|---|
| Hamas dan Israel Capai Perdamaian Tahap Awal, Pengembalian Sandera Segera Dilakukan |
|
|---|