Video

Sehari Usai Dikritik Menkeu Purbaya, Kilang Pertamina Dumai Terbakar

Sehari setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik terhadap PT Pertamina

Penulis: Ilham Pratama | Editor: Alza

POSBELITUNG.CO - Sehari setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik terhadap PT Pertamina karena dinilai lamban dalam membangun kilang baru, insiden kebakaran kembali terjadi di Kilang Pertamina Dumai, Riau.

Kebakaran itu berlangsung pada Rabu (1/10/2025) malam dan menjadi yang kedua kalinya menimpa fasilitas strategis tersebut.

Sebelumnya, pada Sabtu (1/4/2023), Kilang Dumai juga sempat terbakar dan menyebabkan sembilan pekerja mengalami luka-luka.

Meski api kali ini berhasil dipadamkan pada Kamis pagi, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti.

Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Dumai, Agustiawan, menyebut tim masih fokus pada proses penanganan dan belum bisa menyampaikan detail penyebab kejadian.

Insiden ini terjadi hanya sehari setelah Menkeu Purbaya menyoroti minimnya pembangunan kilang minyak baru.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, ia menegaskan Pertamina pernah berjanji membangun tujuh kilang pada 2018, namun hingga kini tak satu pun terealisasi.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat impor bahan bakar terus meningkat, sehingga beban subsidi energi semakin berat dan neraca perdagangan terganggu.

“Subsidi energi naik dari tahun ke tahun. Kita impor solar dan diesel sampai puluhan miliar dolar setiap tahun,” kata Purbaya.

Ia mengaku heran karena situasi ini dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi nyata.

Bahkan tawaran investor asal China pada 2018 untuk membangun kilang dengan skema serah terima gratis setelah 30 tahun sempat ditolak Pertamina.

Pertamina beralasan sudah memiliki rencana pembangunan tujuh kilang baru dalam waktu lima tahun, meski kenyataannya hingga kini belum terwujud.

“Kenyataannya bukan bangun kilang, malah ada yang terbakar,” sindir Purbaya.

Ia pun meminta DPR mengawasi Pertamina agar segera merealisasikan pembangunan kilang demi mengurangi ketergantungan impor BBM dan meringankan beban APBN.

Kilang Dumai sendiri memiliki nilai strategis karena menjadi kilang pengolahan minyak terbesar ketiga di Indonesia dengan kapasitas 170 MBPOD.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved