Video
Dugaan Markup Whoosh Semakin Kuat, Mahfud MD Bilang Sampai Tiga Kali Lipat
Dikabarkan, beban utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) tersebut mencapai Rp 116 triliun
Penulis: Disa Aryandi | Editor: Alza
POSBELITUNG.CO -- Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD kini blak-blakan bicara soal megaproyek kereta cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh
Dikabarkan, beban utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) tersebut mencapai Rp 116 triliun
Menurut Mahfud dugaan itu diperkuat lagi dari pernyataan pengamat ekonomi Agus Pambagyo dan Anthony Budiawan di salah satu televisi swasta beberapa waktu lalu, yang akhirnya mengkonfirmasi apa yang dulu sudah didengarnya dan terberitakan sejak 5 tahun lalu.
"Apa-apa yang dulu sudah terberitakan atau 5 tahun lalu sudah terberitakan luas, sekarang dikonfirmasi langsung," kata Mahfud MD dikutip dari Tribun Medan, Kamis (16/10?2025).
Ia menjelaskan dugaan mark-up dalam proyek Whoosh ini.
"Dugaan mark upnya gini. Itu harus diperiksa, ini uang lari ke mana. Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per 1 km kereta Whoosh itu 52 juta US dolar. Tapi di Cina sendiri hitungannya hanya 17 sampai 18 juta US dolar. Jadi naik tiga kali lipat kan. Ini yang menaikkan siapa? Uangnya ke mana?" tanya Mahfud.
Menurut Mahfud dugaan mark-up anggaran sampai 3 kali lipat, terbilang cukup fantastis.
"Nah, itu markup. Harus diteliti siapa dulu yang melakukan ini," kata Mahfud.
Mahfud mengatakan utang yang sangat besar akibat proyek Whoosh ini dan belakangan mencuat saat Menteri Keuangan Purbaya enggan membayar menggunakan APBN, sejak awal sudah diprediksi pakar dan diungkapkan ke pemerintah.
Karenanya sangat aneh dan menjadi janggal, proyek ini tetap dilakukan namun memberatkan pihak Indonesia.
"Sangat aneh karena ini merupakan satu bisnis B2B, bisnis to bisnis, BUMN dan BUMN sana. Tetapi sekarang hutangnya bertambah terus," ujar Mahfud.
"Bunga hutangnya saja setahun itu Rp 2 triliun. Bunga hutang saja. Sementara dari tiket hanya mendapat maksimal 1,5 triliun. Jadi setiap tahun utangnya bertambah, bunga berbunga terus, negara nomboki terus," papar Mahfud MD.
Menurut Mahfud kalau melihat periode waktunya atau termnya, pembayaran utang itu bisa terjadi sampai 70 atau 80 tahun ke depan.
Untuk itu Mahfud mengusulkan selain Menkeu Purbaya mencari jalan lain dalam membayar utang proyek ini, agar bukan berasal dari APBN.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Duduk Perkara Kereta Cepat Whoosh di Era Jokowi, Mahfud MD Buka-bukaan Dugaan Pidana, Utang 116 T, https://medan.tribunnews.com/news/1764383/duduk-perkara-kereta-cepat-whoosh-di-era-jokowi-mahfud-md-buka-bukaan-dugaan-pidana-utang-116-t?page=2&s=paging_new
| Video : Netanyahu Dikabarkan Temui Presiden UEA Diam-Diam di Tengah Perang Iran-Israel |
|
|---|
| Video: Wardatina Mawa Tulis Komentar Pedas di Threads Inara Rusli, Kalimatnya jadi Sorotan |
|
|---|
| Video : Iran Simpan 11 Ton Uranium Pascaserangan AS, Dunia Khawatir Krisis Nuklir Kian Memanas |
|
|---|
| Video: Iran-China Pererat Hubungan, Araghchi Bertemu Wang Yi di Beijing: Teheran Siap Hadapi Agresi |
|
|---|
| Video: Posisi AS Makin Terdesak, Bocoran Intelijen: Iran Pulihkan 90 Persen Basis Rudal Bawah Tanah |
|
|---|