Video
Video : Iran Simpan 11 Ton Uranium Pascaserangan AS, Dunia Khawatir Krisis Nuklir Kian Memanas
Iran dilaporkan menyimpan sekitar 11 ton uranium usai serangan Amerika Serikat. Dunia internasional khawatir program nuklir Teheran memicu krisis
Penulis: M Zulkodri | Editor: M Zulkodri
Ringkasan Berita:
- Persediaan uranium Iran kembali menjadi sorotan dunia setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Teheran.
- Hingga kini, sekitar 11 ton uranium yang diperkaya disebut belum diketahui pasti keberadaannya, memicu kekhawatiran internasional terhadap ancaman eskalasi nuklir di Timur Tengah.
POSBELITUNG.CO--Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memicu kekhawatiran dunia internasional setelah keberadaan sekitar 11 ton uranium milik Iran belum diketahui secara pasti pascaserangan militer Amerika Serikat terhadap negara tersebut.
Persediaan uranium yang disebut telah dikumpulkan Iran selama bertahun-tahun kini menjadi perhatian banyak negara karena dikhawatirkan dapat mempercepat pengembangan senjata nuklir apabila situasi semakin memanas.
Kekhawatiran itu muncul setelah hubungan Iran dan Amerika Serikat kembali memburuk menyusul keputusan Washington beberapa tahun lalu yang keluar dari perjanjian nuklir internasional dengan Teheran.
Sejak saat itu, Iran terus meningkatkan aktivitas pengayaan uranium dan memperbesar stok material nuklirnya.
Hingga kini, dunia internasional masih mempertanyakan lokasi pasti penyimpanan uranium tersebut, terutama setelah serangan militer AS yang diklaim bertujuan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
Uranium sendiri merupakan material yang memiliki fungsi ganda.
Dalam tingkat pengayaan rendah, uranium biasa digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir dan reaktor penelitian.
Namun jika diperkaya hingga tingkat tinggi, material itu dapat digunakan sebagai bahan utama pembuatan senjata nuklir.
Para pengamat menilai hal paling mengkhawatirkan dari program nuklir Iran bukan hanya jumlah uranium yang dimiliki, tetapi juga tingkat pengayaannya yang terus meningkat.
Sebab, semakin tinggi tingkat pengayaan uranium, maka semakin dekat material tersebut menuju kategori bahan bakar kelas senjata.
Iran mulai mengembangkan pengayaan uranium dalam skala besar sejak tahun 2006.
Pemerintah Iran selama ini selalu menegaskan bahwa program nuklir mereka bertujuan damai untuk kebutuhan energi dan penelitian.
Namun, laporan dari Badan Energi Atom Internasional atau IAEA menunjukkan persediaan uranium Iran terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pada 2010, Iran mulai memperkaya uranium hingga 20 persen dengan alasan untuk kebutuhan reaktor penelitian.
| Video: Iran-China Pererat Hubungan, Araghchi Bertemu Wang Yi di Beijing: Teheran Siap Hadapi Agresi |
|
|---|
| Video: Posisi AS Makin Terdesak, Bocoran Intelijen: Iran Pulihkan 90 Persen Basis Rudal Bawah Tanah |
|
|---|
| Video: Misi Israel-AS Belum Berakhir, Masih Targetkan Iran, Katz Isyaratkan Operasi Militer Baru |
|
|---|
| Video: Netanyahu Diklaim Temui Presiden UEA Diam-diam di Tengah Konflik Iran-Israel dan AS |
|
|---|
| Video: Inara Rusli Khawatir Masuk Jebakan, Kuasa Hukum Tolak Mediasi di Luar Polisi |
|
|---|