Video
6 Mahasiswa Penghina Timothy Anugerah Disanksi, Nilai Kuliah Diberi D
Enam mahasiswa Universitas Udayana, Bali, dijatuhi sanksi tegas setelah kedapatan menghina almarhum Timothy Anugerah Saputra
Penulis: Ilham Pratama | Editor: Alza
POSBELITUNG.CO – Enam mahasiswa Universitas Udayana, Bali, dijatuhi sanksi tegas setelah kedapatan menghina almarhum Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa yang meninggal dunia akibat bunuh diri.
Kasus ini mencuat setelah mereka diketahui melakukan perundungan terhadap korban melalui percakapan grup WhatsApp, tak lama setelah insiden tragis tersebut terjadi.
Pihak kampus menilai tindakan mereka tidak pantas dan mencoreng nama baik institusi pendidikan.
Sebagai bentuk sanksi, keenam mahasiswa tersebut diberi nilai D atau dinyatakan tidak lulus untuk seluruh mata kuliah yang sedang dijalani pada semester ini.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana telah menggelar rapat khusus untuk membahas kasus ini dan menyerahkan hasilnya kepada Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) untuk penyelidikan lebih lanjut.
Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana, Dr. Dewi Pascarani, menjelaskan bahwa penanganan kasus tersebut akan mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024.
Menurutnya, pemeriksaan akan dilakukan secara tertutup oleh Satgas PPK guna memastikan proses berjalan sesuai peraturan.
“Fakultas telah merekomendasikan agar keenam mahasiswa diberi nilai D pada seluruh mata kuliah, karena soft skill juga menjadi bagian penting dalam penilaian akademik,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).
Ia menegaskan bahwa keputusan final mengenai sanksi akan ditetapkan setelah Satgas PPK menyelesaikan pendalaman kasus.
Sementara itu, keenam mahasiswa yang terlibat telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui media sosial.
Mereka mengaku menyesal atas perbuatan yang dilakukan dan menyadari bahwa tindakan tersebut telah melukai banyak pihak, terutama keluarga almarhum.
Salah satu mahasiswa, Leonardo Jonathan Handika Putra, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua BEM Fakultas Kelautan dan Perikanan, menyatakan siap menerima konsekuensi serta mengundurkan diri dari jabatannya.
Mahasiswa lainnya, seperti Maria Victoria, Muhammad Riyadh, Anak Agung Nanda, Vito Simanungkalit, dan Putu Ryan Abel, juga menyampaikan penyesalan serupa dan bersedia menerima sanksi akademik maupun organisasi.
Mereka mengaku bahwa tindakan tersebut menjadi pelajaran besar agar lebih berhati-hati dalam bertutur kata dan bersikap empatik.
Namun, pernyataan maaf tersebut menuai beragam tanggapan publik.
| Video: Korban Tewas Iran 3.468 Orang, AS Lebih Tinggi, Hormuz Ditutup, IRGC Tembaki Tanker India |
|
|---|
| Video: AS Sita Kapal Iran di Selat Hormuz, Teheran Ancam Balas, Gencatan Senjata Terancam |
|
|---|
| Video: Total 100 Miliar Dolar Aset Iran Dibekukan, Dimulai Sandera Warga AS, Jadi Syarat Damai Trump |
|
|---|
| Video: Pesawat Terancam Mogok Terbang, Stok BBM Menipis, Penerbangan Batal Imbas Blokade Hormuz |
|
|---|
| Video: Iran Tawarkan Akses Hormuz, Syaratnya AS Hentikan Serangan dan Tekanan |
|
|---|