Video
Banjir di Sumut, Sumbar dan Aceh, Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi
Indonesia tengah dilanda rentetan kejadian bencana alam di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera.
Penulis: Ilham Pratama | Editor: Kamri
Ringkasan Berita:
- Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, dilanda banjir hingga tanah longsor yang dipicu cuaca ekstrem.
- Cuaca ekstrem di Sumbar memicu banjir dan longsor di 13 kabupaten/kota, termasuk Tanahdatar, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, dan Pasaman.
- Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir menggenangi 16 Kabupaten/Kota.
POSBELITUNG.CO - Indonesia tengah dilanda rentetan kejadian bencana alam di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera.
Tiga provinsi, yakni Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh dilanda banjir hingga tanah longsor yang dipicu cuaca ekstrem akhir-akhir ini.
Selain korban jiwa, puluhan orang hilang masih dalam pencarian, dan puluhan ribu warga mengungsi ke titik aman.
Di Sumatera Utara, wilayah yang dipimpin Gubernur Bobby Nasution ini, ada 15 kabupaten/kota yang terdampak banjir dan longsor.
Adapun daerah yang terdampak bencana cukup besar, meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Pakpak Bharat, dan Tapanuli Tengah.
Sejak Senin (24/11/2025) hingga Kamis (27/11/2025) malam, banjir dan tanah longsor menewaskan 34 orang dan membuat 52 korban lainnya hilang.
Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan Satpol PP telah dikerahkan untuk evakuasi di lokasi terdampak.
Sementara di Provinsi Sumatra Barat, 13 kabupaten/kota terdampak bencana mulai banjir, longsor, angin kencang hingga pohon tumbang imbas cuaca ekstrem.
Dikutip dari TribunJambi.com, 13 daerah tersebut meliputi Padang, Padangpariaman, Kota Solok, Agam, Kota Pariaman, Bukittinggi, Padangpanjang, Tanahdatar, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Pasaman, Pasaman Barat, dan Limapuluh Kota.
Titik Banjir di Sumut, Sumbar, dan Aceh, Puluhan Ribu Warga Mengungsi.
Kabupaten/Kota di Sumut Terdampak Banjir dan Longsor
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, setidaknya 15 kabupaten/kota terdampak banjir, longsor hingga pohon tumbang per Kamis (27/11/2025).
Daftar daerah terdampak banjir di Sumut:
- Kota Medan.
- Kabupaten Langkat.
- Kota Tebing Tinggi.
- Kabupaten Tapanuli Selatan.
- Kabupaten Tapanuli Tengah.
- Kabupaten Tapanuli Utara.
- Kabupaten Humbang Hasundutan.
- Kota Sibolga.
- Kabupaten Mandailing Natal.
- Kabupaten Deliserdang.
- Kabupaten Pakpak Bharat.
- Kabupaten Serdangbedagai.
- Kota Padang Sidempuan.
- Kabupaten Nias.
- Kabupaten Nias Selatan.
Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) telah mengeluarkan data sementara korban jiwa dan korban hilang akibat bencana alam sejak 24 November hingga 26 November 2025.
Data korban meninggal dunia sementara ada 34 orang, 52 orang masih hilang, dan 11 orang luka berat, dan 77 orang luka ringan.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan korban jiwa terbanyak dari Kabupaten Tapanuli Selatan, sebanyak 17 orang.
Kemudian, 8 orang meninggal dunia di Kota Sibolga.
"Data sementara korban jiwa 54 orang. Kabupaten Tapanuli Selatan 17 orang," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan, Kamis (27/10/2025), dilansir Tribun-Medan.com.
Adapun jenis kejadian yang melanda Sumut sebanyak 86, terdiri dari banjir 53 kejadian, pohon tumbang 7, dan puting beliung 2 kejadian.
Akibat bencana alam banjir dan longsor ini, sebanyak 1.168 mengungsi ke tenda darurat dan berbagai tempat.
Data ini merupakan data sementara dari 12 Kabupaten Kota terdampak bencana terhitung sejak 24 November dan 26 November.
Namun, belum termasuk dari Kota Medan, Tebing Tinggi, dan Deliserdang.
13 Titik Wilayah di Sumbar Terdampak Banjir
Selain di Sumatera Utara, cuaca ekstrem hujan deras juga memicu banjir dan longsor di Sumatera Barat (Sumbar).
Sebanyak 13 kabupaten/kota di Sumbar mengalami berbagai bencana mulai banjir, longsor, angin kencang hingga pohon tumbang imbas cuaca ekstrem.
Adapun kabupaten yang paling parah bencananya yakni Kabupaten Padangpariaman.
Puluhan rumah terdampak banjir dan ribuan warga mengungsi imbas bencana hidrometeorologi di provinsi yang dipimpin Gubernur Mahyeldi Ansharullah ini.
Bencana alam ini juga membuat sejumlah titik jalan amblas, bangunan rusak, lahan pertanian terendam dan rusaknya infrastruktur.
Berikut daerah terdampak banjir di Sumbar:
- Padang.
- Padangpariaman.
- Kota Solok.
- Agam.
- Kota Pariaman.
- Bukittinggi.
- Padangpanjang.
- Tanahdatar.
- Pesisir Selatan.
- Kabupaten Solok.
- Pasaman.
- Pasaman Barat.
- Limapuluh Kota.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) melaporkan sembilan warga meninggal dunia akibat rentetan bencana di sejumlah daerah.
Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, mencatat total korban meninggal hingga Kamis (27/11/2025).
"Sebanyak sembilan orang meninggal dunia kita keluarkan untuk Sumatera Barat," ungkapnya saat dikonfirmasi Tribunpadang.com via telepon WhatsApp sekitar pukul 15.50 WIB.
Dari sembilan korban meninggal dunia tersebut, terhitung dari banjir bandang di Lubuk Minturun Kota Padang, Kabupaten Agam dan Pasaman Barat.
"Sebanyak lima orang tercatat meninggal dunia akibat banjir bandang di Lubuk Minturun, tiga orang di Agam dan satu di Pasaman Barat," jelasnya.
Sementara itu, upaya pencarian terhadap 12 orang lainnya yang tersebar di Sumbar masih dilakukan.
Namun, kata Ilham, untuk korban banjir bandang di Padang Panjang, pihaknya di lapangan belum merekap data.
"Karena petugas masih di lapangan untuk pencarian, datanya belum direkap," tambahnya.
Ratusan Pengungsi Banjir Bandang di Malalak Agam.
Ratusan pengungsi korban banjir bandang di Toboh, Malalak Timur, Agam, Sumbar.
Nasib memprihatinkan dialami korban yang mengungsi di Malalak Timur tersebut.
Sebab, mereka terisolir akibat jalan penghubung ke lokasi pengungsian terputus, Kamis (27/11/2025).
Jorong Toboh Malalak Timur berjarak 64 kilometer dari Kantor Bupati Agam, dan 26,8 kilometer dari Jam Gadang Bukittinggi.
Staf Kecamatan Malalak, Yoggi Alvi Hamdani, mengatakan total pengungsi yang terisolir mencapai 400 orang lebih.
Masih mengutip Tribun Padang, Yoggi menjelaskan kondisi mutakhir di lokasi bencana jembatan penghubung antara Malalak Selatan dan Malalak Barat putus.
Kemudian, jembatan penghubung Malalak Selatan ke Malalak Timur putus, dan jalan penghubung Malalak Utara ke Malalak Barat rusak.
“Akibatnya akses kendaraan roda dua dan roda empat menuju ke lokasi pengungsian di jorong Campago, Bukik Malanca dan Limo Badak tidak bisa dilalui,” jelas Staf Kecamatan Malalak itu.
Titik Banjir di Aceh
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan titik banjir di 16 Kabupaten/Kota per Kamis, 27 November 2025 sore.
Banjir di Aceh tersebut, sebagian besar kejadian masih dipicu oleh curah hujan tinggi, angin kencang, dan kondisi geologi labil yang berdampak pada banjir, tanah bergerak, serta tanah longsor.
Berikut 16 kabupaten/kota terdampak banjir:
- Pidie.
- Aceh Besar.
- Pidie Jaya.
- Aceh Tamiang.
- Aceh Tenggara.
- Aceh Barat.
- Subulussalam.
- Bireuen.
- Lhokseumawe.
- Aceh Timur.
- Langsa.
- Bener Meriah.
- Gayo Lues.
- Aceh Singkil.
- Aceh Utara.
- Aceh Selatan.
Selama periode 18 November 2025 pukul 07.00 WIB hingga 27 November 2025 pukul 16.00 WIB, rumah milik 33.817 KK/119.988 Jiwa dan 6.998 KK/20.759 Jiwa mengungsi akibat banjir.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan kondisi banjir di 9 kabupaten/kota di Provinsi Aceh hingga 26 November 2025 pukul 12.00 WIB.
Bencana banjir berdampak pada 14.235 kepala keluarga atau 46.893 jiwa.
Sementara 455 kepala keluarga atau 1.497 jiwa terpaksa mengungsi.
Banjir, tanah bergerak, dan tanah longsor terjadi secara meluas dan masih berlangsung di banyak wilayah.
Di Kabupaten Bener Meriah, satu orang dinyatakan hilang terseret arus ketika banjir bandang terjadi wilayah Kecamatan Wih Pesam.
Akibat hujan deras mengguyur wilayah Bener Meriah, menyebabkan terjadinya longsor sekira pukul 16.30 WIB di Desa Pantai Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (19/11/2025).
Banjir lantas menggenangi 10 kecamatan seperti Bandar, Bener Kelipah, Bukit, Gajah Putih, Mesidah, Permata, Pintu Rime Gayo, Syiah Utama, Timang Gajah dan Wih Pesam.
Mengutip situs Badan Penanggulangan Bencana Aceh, wilayah Aceh Besar mulai terdampak banjir Kamis kemarin, dengan ketinggian sekitar 30–50 cm pada 23 kecamatan dengan jumlah 36 KK mengungsi.
Sementara Kabupaten Pidie terdampak pada 2.979 KK/12.853 jiwa terdampak dan 2.081 KK/7.585 jiwa mengungsi ke posko banjir di kecamatan masing-masing dikarenakan banjir belum surut.
Cuaca ekstrem di Kabupaten Aceh Timur sejak Sabtu, 22 November 2025, juga mengakibatkan banjir dan angin kencang di sejumlah desa.
Banjir berdampak pada 7.972 KK/29.706 jiwa dan mengungsi 920 KK/2.456 jiwa.
Saat ini, sembilan kabupaten/kota di Aceh telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi.
Plt. Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan, menjelaskan penetapan status darurat ini dilakukan langsung oleh kepala daerah masing-masing berdasarkan kondisi terkini di lapangan.
Pemerintah daerah di seluruh Aceh pun sudah diinstruksikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Termasuk pengaktifan posko siaga darurat, evakuasi warga terdampak, penyediaan logistik darurat, dan pemantauan data cuaca serta debit sungai.
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajarannya melakukan evakuasi cepat terhadap korban terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Ringkasan Berita:
- Sejumlah provinsi di Pulau Sumatera dilanda banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem.
- Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh menjadi wilayah dengan dampak terparah.
- Di Sumatera Utara, bencana terjadi di 15 kabupaten/kota, termasuk Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Pakpak Bharat.
- Total 34 orang meninggal, 52 hilang, serta ratusan luka-luka di Sumut.
- Lebih dari 1.100 warga di Sumut mengungsi ke tenda darurat dan lokasi aman.
- Total 9 orang meninggal di Sumbar, sebagian besar akibat banjir bandang di Lubuk Minturun, Agam, dan Pasaman Barat.
- Lebih dari 400 warga di Malalak, Agam, terisolasi karena jembatan dan akses jalan putus.
- Di Aceh, 16 kabupaten/kota dilanda banjir, tanah bergerak, dan longsor.
- Total lebih dari 33.817 KK/119.988 jiwa terdampak, dengan lebih dari 20.759 jiwa mengungsi.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Titik Banjir di Sumut, Sumbar, dan Aceh, Puluhan Ribu Warga Mengungsi
| Video: Intelijen AS Bocorkan Iran Pulihkan 90 Persen Situs Rudal, Stok Senjata Trump Kini Terancam |
|
|---|
| Video: Ardhito Pramono Ungkap Alasan Jatuh Hati dengan Davina Karamoy |
|
|---|
| Video: Khawatir Diserang Iran, Arab Saudi Tolak Project Freedom AS, Geram Pengumuman Mendadak Trump |
|
|---|
| Video: Iran Andalkan Jalur Kereta China Tembus Blokade Laut AS |
|
|---|
| Video: Ketegangan Mereda, Iran Ancam Balas Lebih Keras Jika AS Kembali Ganggu, Teheran Tak Main-main |
|
|---|