Video

Bencana Banjir di Sumatera Utara, Kemendagri-BNPB Dirikan Posko Nasional

Banjir dan longsor melanda 12 kabupaten/kota di Sumatera Utara sejak Senin (24/11/2025),

Penulis: Ilham Pratama | Editor: Kamri

Ringkasan Berita:
  • Banjir dan longsor Sumut tewaskan puluhan warga, puluhan lainnya masih hilang dicari tim gabungan.
  • Posko nasional di Taput jadi pusat logistik udara tangani bencana lintas kabupaten/kota.
  • Jalan terputus, pengungsi menunggu bantuan, helikopter baru mendarat Jumat sore.

POSBELITUNG.CO - Banjir dan longsor melanda 12 kabupaten/kota di Sumatera Utara sejak Senin (24/11/2025), menewaskan 34 orang serta menyebabkan 52 orang lainnya dinyatakan hilang.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendirikan posko nasional di Tapanuli Utara sebagai pusat logistik udara untuk mempercepat upaya penanganan darurat di seluruh wilayah yang terdampak bencana.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA mengatakan koordinasi intensif terus dilakukan agar masa tanggap darurat dapat berjalan secara maksimal dan terarah.

“Malam ini kami siapkan posko nasional di Taput, karena kami rencanakan menjadi pusat logistik udara,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Rabu (26/11/2025).

Ia menjelaskan tim Kemendagri sudah berada di Taput dan melakukan koordinasi langsung dengan Bupati serta aparat keamanan di lapangan.

BNPB menjadwalkan penerbangan pesawat caravan charter pada Kamis (27/11) pukul 10.00 WIB untuk meninjau kondisi di Sibolga dan Tapanuli Tengah sekaligus mengirimkan bantuan darurat.

Sementara helikopter yang membawa logistik dijadwalkan baru bisa mendarat pada Jumat (28/11) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Tim PU (Dinas Pekerjaan Umum) dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) terus berupaya membuka akses jalan.

Namun longsor susulan terus terjadi akibat hujan,” kata Safrizal.

Personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan Satpol PP sudah diturunkan untuk melakukan evakuasi di beberapa titik terdampak.

Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing menyebutkan tim di lapangan masih mencari para korban yang hilang.

Ia mengatakan pencarian dilakukan di sejumlah lokasi longsor yang sulit dijangkau, ditambah kondisi cuaca yang memperlambat proses evakuasi.

Berdasarkan laporan Tribun Medan dan Kompas TV, para pengungsi mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan akses komunikasi.

Mereka juga menyebut padamnya listrik dan terputusnya jalan membuat distribusi bantuan sangat terhambat sehingga situasi di posko pengungsian semakin memprihatinkan.

BNPB menjelaskan curah hujan tinggi yang memicu banjir serta longsor dipengaruhi oleh Siklon Tropis KOTO dan bibit siklon 95B.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved