Video
Polisi Temukan Jejak Gergaji, Dugaan Penyebab Banjir Sumatra Terkuak
Penemuan gelondongan kayu yang berserakan di lokasi banjir bandang Sumatera membuka arah baru dalam penyelidikan penyebab besarnya dampak bencana
Penulis: Ilham Pratama | Editor: Rusaidah
Ringkasan Berita:
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menuturkan sudah melakukan investigasi sementara terhadap potongan kayu gelondongan
- Polisi mendapati ada beberapa terdapat bekas potongan dari chainsaw (gergaji mesin) pada kayu gelondongan
- Kayu gelondongan terlihat di area banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, hingga Kota Sibolga
POSBELITUNG.CO - Penemuan gelondongan kayu yang berserakan di lokasi banjir bandang Sumatera membuka arah baru dalam penyelidikan penyebab besarnya dampak bencana tersebut.
Kayu-kayu tersebut terlihat di sejumlah wilayah mulai dari Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, hingga Kota Sibolga.
Sebuah video yang beredar luas di media sosial juga memperlihatkan gelondongan kayu terbawa arus deras di Jembatan Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan.
Dari hasil pemeriksaan awal, beberapa batang kayu ditemukan memiliki bekas potongan gergaji mesin, yang mengindikasikan adanya aktivitas penebangan sebelum material itu terseret arus banjir.
Baca juga: Gaji Pokok PNS Januari 2026 Resmi Berlaku, Detail Lengkap per Golongan Sesuai PP Terbaru
Temuan tersebut menjadi fokus penting bagi aparat yang tengah menelusuri asal-usul kayu gelondongan tersebut.
Meski belum dapat menyimpulkan keterkaitannya secara langsung dengan banjir bandang, jejak potongan itu membantu memetakan kemungkinan perjalanan kayu dari wilayah hulu ke titik bencana.
Saat ini tim gabungan masih mengumpulkan sampel kayu, mencatat jenis-jenisnya, dan mencocokkan pola potongan dengan alat yang diduga digunakan.
Bekas chainsaw itu dinilai dapat membantu mengungkap lokasi asal pohon dan pihak-pihak yang mungkin terlibat dalam aktivitas penebangan sebelum bencana terjadi.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa investigasi awal terhadap temuan kayu gelondongan tersebut sudah dilakukan.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah kayu memang memiliki bekas potongan gergaji mesin dan hal itu akan didalami lebih lanjut.
Polri bersama Kementerian Kehutanan dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan akan menelusuri gelondongan kayu yang terseret banjir bandang.
Tim gabungan akan bergerak dari hulu hingga hilir untuk mengusut asal-usul material kayu tersebut.
Kapolri juga menyebut bahwa dugaan pelanggaran terkait banjir bandang di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh masih terus diselidiki.
Ia mengatakan perkembangan hasil investigasi akan disampaikan sesegera mungkin.
Baca juga: Perlawanan Wardatina Mawa ke Inara Rusli, Serahkan Bukti Baru ke Polda Metro Jaya
Kapolri menegaskan bahwa kerja sama dengan Kementerian Kehutanan akan digunakan untuk membentuk satgas gabungan guna menyelidiki temuan kayu yang diduga turut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menuturkan bahwa hutan-hutan yang mengalami kerusakan akan direhabilitasi dan direstorasi.
Ia menjelaskan bahwa area terdampak dan titik hutan gundul telah diidentifikasi menggunakan drone dan teknologi pendeteksi kayu otomatis.
Sampel kayu yang ditemukan masih diteliti lebih mendalam.
Raja Juli belum menjelaskan jumlah perusahaan yang diduga terlibat dalam dugaan pelanggaran tersebut.
Ia menyampaikan bahwa identifikasi terhadap pihak-pihak hukum yang mungkin terlibat telah dilakukan, meskipun belum masuk tahap pemeriksaan.
Tim gabungan Polri dan Kementerian Kehutanan saat ini juga mendalami kasus tumpukan gelondongan kayu yang hanyut di Daerah Aliran Sungai Batang Toru.
Polri telah turun ke wilayah Garuga dan Aek Ngadol yang berada di area DAS tersebut.
Wilayah tersebut diketahui berada di sekitar kawasan tambang emas Martabe.
Raja Juli menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi data awal mengenai asal kayu gelondongan itu.
Ia menyebut identifikasi terhadap subjek hukum, termasuk perusahaan, masih dilakukan.
Penyebab kayu-kayu tersebut hanyut masih terus ditelusuri secara mendalam.
Baca juga: Sosok Letjen TNI Widi Prasetijono Diperiksa Dugaan TPPU Korupsi Lahan, Eks Pangdam Diponegoro
Ia belum dapat memastikan apakah kayu tersebut terkait praktik ilegal logging atau aktivitas pembukaan lahan.
Raja Juli menjelaskan bahwa sejumlah kemungkinan sedang dikaji, termasuk dugaan kayu berasal dari lahan sawit, area tambang, atau tumpukan kayu dari lokasi lain yang terseret saat banjir.
Ia menambahkan kemungkinan keterlibatan pemegang hak atas tanah yang memanfaatkan area penggunaan lain sebagai modus pencucian kayu masih menjadi fokus penyelidikan.
Raja Juli meminta masyarakat memberi ruang bagi tim untuk bekerja agar informasi yang disampaikan tidak bersifat prematur.
Ia memastikan bahwa hasil penyelidikan nantinya akan dipublikasikan secara terbuka dan berkala.
Ia menambahkan bahwa beberapa dugaan modus telah dibahas secara internal dan akan diumumkan bila ada temuan yang benar-benar faktual.
Penemuan gelondongan kayu di tengah banjir Sumatera memperkuat dugaan adanya aktivitas pembalakan liar di wilayah hulu.
Material kayu tersebut ditemukan terseret arus di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dengan bekas potongan gergaji mesin yang menunjukkan indikasi penebangan ilegal.
Pemerintah dan Polri kini melakukan penyelidikan mendalam atas temuan tersebut.
Ringkasan Berita:
- Gelondongan kayu ditemukan terbawa banjir bandang di berbagai wilayah Sumatera, termasuk Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga.
- Banyak kayu memiliki bekas potongan chainsaw, menguatkan dugaan adanya aktivitas penebangan sebelum banjir.
- Temuan tersebut memunculkan arah baru penyelidikan penyebab parahnya banjir bandang.
- Tim gabungan Polri, Kemenhut, dan Satgas PKH mengusut asal-usul kayu dari hulu hingga hilir.
- Kapolri menegaskan penyelidikan akan diperdalam karena diduga berkaitan dengan kerusakan jembatan, rumah, dan korban jiwa.
- Pemerintah menggunakan drone dan teknologi identifikasi kayu otomatis (AIKO) untuk memetakan hutan gundul dan jenis kayu.
- Menteri Kehutanan menyebut identifikasi awal terhadap perusahaan yang mungkin terlibat sudah dilakukan, namun belum masuk tahap pemeriksaan.
- Tim gabungan turun ke DAS Batang Toru, termasuk wilayah dekat tambang emas Martabe, untuk mengumpulkan data.
- Penyebab gelondongan kayu hanyut masih ditelusuri, termasuk kemungkinan ilegal logging, pembukaan lahan sawit, tambang, atau modus pencucian kayu dari APL.
- Pemerintah meminta publik memberi ruang kepada tim agar penyampaian data tidak prematur dan berjanji akan membuka hasil investigasi secara berkala.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ketika Polisi Temukan Bekas Gergaji di Kayu Gelondongan, Akankah Membongkar Akar Banjir di Sumatera?
| Video: Parlemen Iran Voting Hadiah Fantastis Rp1 Triliun Bagi Siapa Saja Kirim Trump dan Netanyahu |
|
|---|
| Video: Tertangkap Gandengan di Bioskop, Ayu Ting Ting Bongkar Hubungan dengan Kevin: Sebatas Teman |
|
|---|
| Video: Ancaman Baru Iran! Hormuz Lebih Berbahaya dari Bom Atom, Trump Disebut Pejabatnya Frustrasi |
|
|---|
| Video : Asha Assuncao Mendadak Panggil Arya Saloka “Mas”, Fans SenaDa Langsung Baper |
|
|---|
| Video: Erin Curhat Jalani Hari Berat Sebagai Single Parent di Tengah Isu Dugaan Aniaya ART |
|
|---|