Video

Kades Juru Seberang: Ini Banjir Terparah Sepanjang Tahun, Diduga Dampak Tambang Ilegal

Hingga pukul 12.00 WIB air semakin tinggi dan warga terus berusaha melakukan evakuasi barang-barangnya secara pribadi.

Tayang:
Penulis: Disa Aryandi | Editor: Rusaidah
Ringkasan Berita:
  • Puluhan rumah di Dusun Juru Seberang, Tanjungpandan, Belitung, Senin (8/12/2025) kebanjiran. Puluhan rumah itu, berada di RT 01 hingga RT 07
  • Air menggenangi rumah warga dari pukul 09.00 WIB dan hingga pukul 12.00 WIB air semakin tinggi dan warga terus berusaha melakukan evakuasi barang-barangnya secara pribadi
  • Banjir ini, kemungkinan ada dorongan dari air laut pasang tinggi sehingga masuk ke pemukiman warga. Namun tidak dipungkiri, setiap tahun terjadi banjir rob

 

POSBELITUNG.CO - Terdapat puluhan rumah di Dusun Juru Seberang, Tanjungpandan, Belitung, Senin (8/12/2025) kebanjiran. Puluhan rumah itu, berada di RT 01 hingga RT 07.

Air mulai menggenangi rumah warga dari pukul 09.00 WIB. Hingga pukul 12.00 WIB air semakin tinggi dan warga terus berusaha melakukan evakuasi barang-barangnya secara pribadi.

"Ya ini satu Dusun semua terdampak. Paling parah di RT 05 dan RT 06. Itu air mencapai lutut orang dewasa. Sekarang air nya semakin tinggi," kata Kepala Desa Juru Seberang Ardiansyah kepada Posbelitung.co.

Baca juga: Mawa Ungkap Satu Permintaan Sederhana di Tengah Konflik dengan Inara Rusli dan Insanul Fahmi

Banjir ini, kemungkinan ada dorongan dari air laut pasang tinggi sehingga masuk ke pemukiman warga. Namun tidak dipungkiri, setiap tahun terjadi banjir Rob.

"Hanya saja ini paling parah sepanjang tahun. Biasa tidak pernah masuk ke dalam rumah, tahun ini masuk. Kemungkinan dampak tambang ilegal yang merusak hutan mangrove di Juru Seberang,"ujarnya.

Terdata, ada sekita 70 rumah di Dusun Juru Seberang terendam banjir. Sementara ini, warga melakukan evakuasi barang-barang pribadi mereka secara mandiri.

Tidak ada lokasi evakuasi khusus disediakan. Warga hanya meletakan barang-barang mereka di dalam rumah, alias ditempat yang lebih tinggi.

"Belum tau ini bagaimana, ya sementara seperti itu. Belum ada solusi pasti, dan bantuan juga. Apalagi air ini semakin tinggi," bebernya. 

(*/Posbelitung.co)

 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved