Video

Video: Elite Iran Dihabisi, Mojtaba Khamenei Menghilang, Kekuasaan Kian Misterius

Pada Kamis (12/3/2026), Mojtaba Khamenei mengeluarkan pesan pertamanya sejak perang ini berlangsung.

Tayang:
Penulis: Rusaidah | Editor: Rusaidah

POSBELITUNG.CO -- Lebih dari dua minggu setelah Israel membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, struktur kekuasaan negara itu kembali dilanda gelombang pembunuhan terhadap tokoh-tokoh penting.

Di antara mereka yang tewas adalah Ali Larijani, yang pernah dianggap sebagai orang kedua paling berpengaruh di Iran, serta Gholamreza Soleimani, yang memimpin pasukan paramiliter Basij.

Serangan-serangan ini merupakan bagian dari kampanye sistematis untuk menyingkirkan tokoh-tokoh kunci dari kepemimpinan militer dan politik Iran, termasuk kepala Dewan Pertahanan Nasional, komandan IRGC, dan menteri pertahanan.

Pada Rabu (18/3/2026), Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengonfirmasi pembunuhan besar lainnya dengan mengumumkan bahwa Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib, telah “dieliminasi” dalam serangan semalam.

Sambil mengungkapkan operasi tersebut, Katz memperingatkan bahwa kampanye ini masih jauh dari selesai.

Pada 9 Maret 2026, Iran secara resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru.

Namun, ia belum muncul di depan umum sejak serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026 yang menewaskan ayah, istri, dan putranya.

Pada Kamis (12/3/2026), Mojtaba Khamenei mengeluarkan pesan pertamanya sejak perang ini berlangsung.

Ia menyerukan perlawanan militer yang berkelanjutan dan mengatakan bahwa Selat Hormuz harus tetap menjadi alat tekanan, meskipun pertanyaan tentang kesehatan dan keberadaannya terus muncul.

Dilansir Iran International, pesan tersebut tidak disampaikan secara langsung.

Pesan itu dibacakan oleh seorang penyiar televisi pemerintah, sementara foto Khamenei ditampilkan di layar.

Kemudian pada Rabu (18/3/2026), Mojtaba kembali mengeluarkan pernyataan setelah kematian Larijani.

Mengutip PressTV, Mojtaba Khamenei memberikan penghormatan kepada Larijani dengan mengatakan,

Khamenei mencatat bahwa pembunuhan Larijani mencerminkan pentingnya sosok tersebut serta permusuhan mendalam dari musuh-musuh Islam terhadapnya.

Ia menekankan bahwa pembunuhan semacam itu hanya akan membuat lembaga Islam semakin kuat, serta menegaskan bahwa setiap darah yang tertumpah memiliki harga yang akan segera dibayar oleh para pembunuh para martir tersebut.

Namun, Mojtaba tidak pernah muncul secara langsung di depan umum.

Ketidakhadirannya semakin memperdalam ketidakpastian tentang siapa yang sebenarnya memegang kendali atas negara tersebut.

(Posbelitung.co)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved