Video

Video: Iran Tolak Proposal Amerika Serikat, Siap Akhiri Perang dengan Syarat Sendiri

Iran menolak proposal gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat dan menegaskan akan mengakhiri perang sesuai keputusan .

Penulis: Rusaidah | Editor: Rusaidah

POSBELITUNG.CO -- Iran menolak proposal gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat dan menegaskan akan mengakhiri perang sesuai keputusan serta syarat yang ditetapkannya sendiri.

Penolakan ini disampaikan di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan, ketika Iran melancarkan serangan lanjutan ke Israel dan negara-negara Teluk Arab.

Salah satu serangan bahkan memicu kebakaran besar di Bandara Internasional Kuwait.

Di saat yang sama, Israel dilaporkan melakukan serangan udara ke Teheran.

Amerika Serikat pun mengerahkan pasukan tambahan ke Timur Tengah, termasuk pasukan terjun payung dan Marinir.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan pemerintahnya tidak terlibat dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang.

Ia menambahkan, pertukaran pesan melalui mediator tidak dapat diartikan sebagai proses negosiasi dengan Washington.

Meski demikian, pernyataan tersebut dinilai membuka peluang terbatas bagi Iran untuk mempertimbangkan jalur diplomasi, meskipun sebelumnya para pejabatnya secara tegas menolak perundingan dengan AS.

Laporan Press TV menyebut Teheran telah menolak proposal gencatan senjata dari Washington dan menyiapkan tawaran tandingan.

Dalam proposal itu, Iran mengajukan lima poin, termasuk penghentian penargetan terhadap para pemimpin serta tuntutan pembayaran reparasi.

Ia juga menegaskan Iran akan terus melancarkan “pukulan berat” di berbagai wilayah Timur Tengah.

Pejabat pertahanan Israel meragukan Iran akan menyetujui persyaratan tersebut.

Israel juga menginginkan agar kesepakatan apa pun tetap memberi ruang untuk melakukan serangan pre-emptive.

Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, menyatakan lebih dari 10.000 target di Iran telah diserang.

Ia mengklaim sekitar 92 persen kapal perang utama Iran telah dihancurkan, sementara kapasitas peluncuran drone dan rudal menurun lebih dari 90 persen.

(Posbelitung.co)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved