Video

Video: Gencatan Sejata Tak Kunjung Reda, Harga Energi Dunia Terancam Lama Tak Normal

Harga energi global diperkirakan belum akan kembali normal dalam waktu dekat, meskipun gencatan senjata antara Iran...

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Evan Saputra

POSBELITUNG.CO -- Penutupan Selat Hormuz oleh Iran menjadi faktor utama terganggunya distribusi energi global. 

Harga energi global diperkirakan belum akan kembali normal dalam waktu dekat, meskipun gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah diumumkan. 

Selat Hormuz merupakan salah satu titik vital dunia, dilalui sekitar 20 persen ekspor minyak dan gas, terutama menuju Asia dan Eropa.

Baca juga: Biodata Gatut Sunu Wibowo, Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Kekayaan Capai Rp 18 Miliar

Penutupan ini langsung menghentikan arus pasokan dalam skala besar, di mana sebelum konflik 120 hingga 140 kapal melintas setiap hari, namun kini hanya belasan kapal yang diizinkan melintas.

Di sisi lain, lonjakan biaya asuransi kapal juga menjadi tekanan serius. Tingginya risiko keamanan di kawasan konflik membuat perusahaan asuransi menaikkan premi secara signifikan.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada biaya pengiriman minyak dan gas yang pada akhirnya ikut mendorong harga energi di pasar internasional.

Dalam mekanisme pasar, ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan menjadi pemicu utama lonjakan harga, terutama untuk komoditas strategis seperti energi.

Pengamat bisnis internasional, Usha Haley, menyebutkan bahwa pemulihan pasar energi, khususnya gas alam cair (LNG), tidak akan terjadi dalam waktu singkat.

Ia memperkirakan stabilisasi pasar bisa memakan waktu sekitar tiga hingga enam bulan, tergantung pada perkembangan situasi keamanan dan normalisasi jalur perdagangan. 

(Posbelitung.co)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved