Seniman Ini Produksi Ratusan Gambus Khas Belitung

Seniman asal Belitung, Usni Mariosha (58) membuat gambus khas Belitung dari kayu bekas.

Tayang:
Pos Belitung/Al Adhi Setyanto
Usni Mariosha memegang gambus buatannya, Minggu (17/5) 

POSBELITUNG.COM, TANJUNGPANDAN - Masyarakat saat ini mengenal gambus sebagai alat musik tradisional yang berasal dari daerah Timur Tengah. Di Indonesia sendiri orkes gambus dibudayakan masyarakat Betawi. Namun tak hanya Betawi yang memiliki alat musik tradisional ini, beberapa daerah lain juga memiliki alat musik ini sesuai keanekaragamannya.

Bahkan Belitung juga mempunyai produk alat musik petik tradisional mirip mandolin ini. Seniman asal Belitung, Usni Mariosha (58) sejak lima tahun silam telah memproduksi ratusan alat musik gambus khas Belitung.

Beberapa waktu lalu, Usni didampingi seniman lainnya seperti Shofwan AR dan Akil Bujang menampilkan alat musik ini di depan dosen-dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Hal ini sebagai upaya agar gambus Belitung juga dikenal sebagai alat musik daerah di Indonesia.

"Kita tahu ISI Jogja merupakan gudangnya kesenian. Alhamdulillah Dinas Pendidikan memfasilitasi kita untuk tampil di depan para dosen di sana. Dan mereka menyambut baik," kata jebolan Yayasan Musik Indonesia (YMI) Bandung ini kepada posbelitung.com, Minggu (17/5).

Pria yang menjuarai lomba cipta lagu rohani se-Indonesia tahun 1983 di Bandung ini tak membutuhkan waktu lama untuk membuat satu buah gambus. Ia hanya memerlukan waktu sekitar lima hari saja untuk menyelesaikan membuat gambus ini.

Keunikan gambus buatan Usni ini tak mempunyai patokan bentuk. Namun sesuai dengan kayu yang didapatkannya. Selain itu, setiap dawai dibuat rangkap dengan empat lajur dawai. Sehingga kekhasan suara tercipta dari alat musik ini.

"Untuk bikin gambus ini saya seketemunya kayu. Jadi bukan sengaja nebang kayu untuk bikin gambus. Tapi saya lihat kayu bekas yang bagus saya ambil," jelas pria yang sebagian besar rambutnya telah memutih ini.

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved