Bank Indonesia Resmikan Balai Pertemuan dan Informasi Klaster Cabai Belitung
Bank Indonesia resmikan Balai Pertemuan dan Informasi Klaster Cabai Belitung, di Desa Batu Itam, Rabu (20/1/2016).
Penulis: Novita |
Laporan Wartawan Pos Belitung Novita
POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bayu Martanto meresmikan Balai Pertemuan dan Informasi Klaster Cabai Belitung, di Desa Batu Itam, Rabu (20/1/2016).
Balai tersebut merupakan program bantuan sosial Bank Indonesia tahun 2015. Peresmian ditandai penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Bayu, didampingi Wakil Bupati Belitung Erwandi A Rani.
Selain balai, BI juga memberikan bantuan kursi, meja, serta white board untuk informasi harga cabai di klaster dan di pasar serta produktivitas anggota Gapoktan Karya Mandiri.
"Kami juga ingin mereka selalu belajar. Makanya dibantu printer, laptop dan infocus. Nanti yang rapatnya pakai infocus bukan cuma orang kantoran atau dinas, petani juga harus. Materinya banyak yang bisa dibagikan," kata Kepala Unit Akses Keuangan dan UMKM pada BI Kantor Perwakilan Provinsi Babel, Taufik Eko Nugroho kepada wartawan usai acara.
Dari sisi pascapanen BI membantu 40 kontainer untuk masing-masing anggota gapoktan. Ada juga selang air dan sprayer otomatis.
Taufik menambahkan ada dua bantuan yang belum direalisasikan, yakni pH meter dan mixer kompos, karena tidak ditemukan di Belitung.
Taufik mengemukakan bantuan yang diberikan bukan inisiatif BI. Setelah klaster berjalan dan dievaluasi, dari gapoktan menyadari ada yang kurang.
Bukan hanya teknis, motivasi, leadership, dinamika kelompok, cara berbudidaya, cara organik, dan sebagainya, tapi juga memerlukan bantuan yang sifatnya langsung. Mereka mengusulkan ke BI dan dianalisis melalui kerjasama dengan pemda.
"Target kami tahun ini akan banyak fokus di UPH (unit pengolahan hasil--red). Kalau bisa, bisa berjalan minimal seminggu sekali ada produksinya. Juga bergerak ke off farm dengan menjual POC (pupuk organik cair--red) dari urine sapi," kata Taufik.
Tahun 2014, BI pernah membantu instalasi pengolahan POC melalui BI Palembang dan telah disertifikasi di Bandung.
Tahun depan, kata Taufik, akan dilakukan pelatihan dengan mulai membeli sapi dan membuat tempatnya sehingga bisa digunakan secara internal maupun eksternal.
Wakil Bupati Belitung Erwandi A Rani mengatakan masyarakat Belitung menyukai cabai. Oleh sebab itu cabai di Belitung harus banyak.
Namun kendalanya pada musim tertentu agak susah untuk diusahakan pertumbuhannya.
"Harapan saya kepada petani, ilmu yang diberi penyuluh perlu dikembangkan. Balai pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk kegiatan seperti ini. Untuk BI, jangan bosan membantu kami. Intinya kami siap menerima bantuan," kata Erwandi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/bank_20160121_141144.jpg)