Lipsus Cagar Budaya

Cagar Budaya Pulau Belitung Belum Terkelola Baik

Adanya sampa itu, bekas benteng peninggalan Belanda tersebut menjadi tempat nongkrong remaja yang diduga mabuk-mabukan.

Tayang:
Pos Belitung/Wahyu Kurniawan
Seorang warga sedang melintas di depan cagar budaya Kian Sien eks SMK Yaperbel 1 Jalan Dewi Sartika Tanjungpandan, Selasa (29/3/2016) sore. 

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Sampah bekas bungkus obat batuk cair sachet berserakan di halaman gedung eks Hotel Dian, bukit Tanjong Gunong, Kelurahan Kota, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung Selasa (29/3/2016) sore.

Adanya sampa itu, bekas benteng peninggalan Belanda tersebut menjadi tempat nongkrong remaja yang diduga mabuk-mabukan.

Lokasi yang juga dinamai Benteng Kuehn ini adalah satu dari sekian cagar budaya Belitung yang kurang dikelola secara baik. Sepi dan penuh semak belukar menjadikan benteng militer buatan Belanda pada 1824 silam ini rentan menjadi lokasi yang digunakan remaja berbuat negatif.

BACA: Pertengahan April Diprediksi Ada Hujan Meteor

"Kalau anak anak mabuk (konsumsi obat batuk sachet) bisa di mana saja. Apalagi ada bangunan tidak digunakan ya memang seperti itu. Jadi memang harus segeralah aset aset yang tidak digunakan itu untuk kita aktifkan kembali sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk berbuat seperti itu lagi," kata Kabag Umum Setda Kabupaten Belitung Munawir kepada posbelitung.com, Rabu (30/3/2016).

Benteng Kuehn eks Hotel Dian merupakan aset pemda yang dikelola oleh Bagian Umum Setda Kabupaten Belitung. Menurut Munawir, belum adanya konsep pengembangan cagar budaya membuat aset tersebut sulit dikembangkan secara ekonomis.

Kondisi cagar budaya yang tak kalah memprihatinkan juga tampak pada gedung eks sekolah Kian Sien di Jalan Dewi Sartika, kawasan Pelabuhan Tanjungpandan.

Sekolah berlatar Budaya Cina yang berdiri 1 Mei 1937 itu tampak kumuh. Halamannya dipenuhi rumput liar dan bagian atapnya rusak berat.

Dua gudang kuno eks Borneo Mij dan Handel Mij di belakang sekolah Kian Sien juga kurang terawat. Gedung itu sudah beralih fungsi menjadi sarang walet sejak pertama kali masuk dalam daftar inventarisir cagar budaya Belitung pada 2008 lalu.

BACA: Perhatikan Foto Selfie Ini, Bikin Merinding

Semak belukar juga menyelimuti area kuburan Belanda di Jalan Sabar, Kelurahan Pangkal Lalang, Tanjungpandan. Lokasi yang masuk dalam daftar inventaris cagar budaya Belitung ini menyimpan makam Asisten Residen C van Zijp, kepala administrasi Pulau Belitung tahun 1885.

Sekolah Kian Sien dan gudang eks Borneo Mij Handel Mij merupakan bangunan kuno yang dimiliki oleh pihak lain. Sedangkan kuburan Belanda menempati lahan yang sekarang menjadi aset Pemkab Belitung.

Pelaku pariwisata Belitung Rustam Effendie mengatakan, Kota Tanjungpandan seharusnya memoles diri berkaitan wisata Sejarah. Sebab sejarah timah adalah hal nomor dua yang paling terkenal dari Belitung setelah Laskar Pelangi.

"Untuk apa hotel hotel banyak bertebaran di kota Tanjungpandan jika wisatawan tidak punya tempat menarik untuk dilihat. Lupakan wisatawan mancanegara jika kita mengabaikan situs sejarah dan budaya. Wisatawan asing tidak ke Belitung untuk kuliner dan minum kopi," kata Rustam.

Menurutnya, timah adalah masa lalu yang bisa menjadi daya tarik yang sangat kuat untuk wisatawan. Oleh karena itu sejarah kejayaan timah harus bisa tergambar dari peninggalan sejarah.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved