Breaking News:

Lipsus Cagar Budaya

Cagar Budaya Pulau Belitung Belum Terkelola Baik

Adanya sampa itu, bekas benteng peninggalan Belanda tersebut menjadi tempat nongkrong remaja yang diduga mabuk-mabukan.

Pos Belitung/Wahyu Kurniawan
Seorang warga sedang melintas di depan cagar budaya Kian Sien eks SMK Yaperbel 1 Jalan Dewi Sartika Tanjungpandan, Selasa (29/3/2016) sore. 

Semak belukar juga menyelimuti area kuburan Belanda di Jalan Sabar, Kelurahan Pangkal Lalang, Tanjungpandan. Lokasi yang masuk dalam daftar inventaris cagar budaya Belitung ini menyimpan makam Asisten Residen C van Zijp, kepala administrasi Pulau Belitung tahun 1885.

Sekolah Kian Sien dan gudang eks Borneo Mij Handel Mij merupakan bangunan kuno yang dimiliki oleh pihak lain. Sedangkan kuburan Belanda menempati lahan yang sekarang menjadi aset Pemkab Belitung.

Pelaku pariwisata Belitung Rustam Effendie mengatakan, Kota Tanjungpandan seharusnya memoles diri berkaitan wisata Sejarah. Sebab sejarah timah adalah hal nomor dua yang paling terkenal dari Belitung setelah Laskar Pelangi.

"Untuk apa hotel hotel banyak bertebaran di kota Tanjungpandan jika wisatawan tidak punya tempat menarik untuk dilihat. Lupakan wisatawan mancanegara jika kita mengabaikan situs sejarah dan budaya. Wisatawan asing tidak ke Belitung untuk kuliner dan minum kopi," kata Rustam.

Menurutnya, timah adalah masa lalu yang bisa menjadi daya tarik yang sangat kuat untuk wisatawan. Oleh karena itu sejarah kejayaan timah harus bisa tergambar dari peninggalan sejarah.

Sebatas pendataan

Terpisah, Kepala Seksi Sejarah dan Kepurbakalaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Belitung Alwan Hadi mengatakan, semua cagar budaya yang ada saat ini statusnya hanya sebatas inventarisir (pendataan).

Akibat belum ditetapkannya regulasi tentang cagar budaya membuat biaya pemeliharan dan penyelamatan cagar budaya tidak dianggarkan dalam APBD Kabupaten Belitung 2016. Biaya untuk sertifikasi tenaga ahli benda cagar budaya juga baru akan dianggarkan pada 2017 mendatang.

"Jadi ketika belum ada regulasi, dampaknya bukan hanya masalah anggaran saja, tapi juga menyangkut keselamatan benda cagar budaya itu sendiri," kata Alwan. kepada posbelitung.com, Senin (29/3/2016).

Menurutnya peresmian semua situs tersebut sebagai cagar budaya Kabupaten Belitung cukup ditetapkan lewat surat keputusan bupati.

Halaman
1234
Editor: Edy Yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved