Lipsus Cagar Budaya
Pesona Cagar Budaya Jam Gede Belitung Pudar
Satu dari 38 benda cagar budaya hasil pendataan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Belitung pada 2014 lalu adalah Jam Gede.
Laporan Wartawan Pos Belitung Wahyu Kurniawan
POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Satu dari 38 benda cagar budaya hasil pendataan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Belitung pada 2014 lalu adalah Jam Gede.
Lokasinya kini menjadi sebuah tempat pusat perbelanjaan di Tanjungpandan. Namun kondisi halaman gedung peninggalan perusahaan timah Belanda itu sekarang kurang tertata secara baik.
Jam Gede tampak diselimuti lima pohon berukuran sedang dan dua pohon berukuran besar. Sementara di halamannya terdapat tiang lampu yang digantungi spanduk, bekas kotak sampah yang sudah rusak, papan tanda batas kelurahan, tiang rambu petunjuk arah, dua tiang kabel jaringan, plang tanda cagar budaya, pot kembang yang sudah rusak, serta sampah plastik.

Halaman gedung tersebut juga terdapat sebuah papan reklame yang tingginya hampir sama seperti bangunan Jam Gede. Monumen peristiwa nasionalisasi perusahaan timah Belanda juga terdapat coretan cat semprot bernada jorok.
Pimpinan Belitungisland.com tour and travel , Kusuma Kosasih mengatakan, kondisi Jam Gede saat ini membuat orang kesulitan mencari sudut pandang yang baik untuk berfoto. Menurutnya hal ini tidak bisa disepelekan mengingat Jam Gede adalah daya tarik utama pusat Kota Tanjungpandan.
"Padahal nilai sejarah Jam Gede itu sudah sangat kuat dan menarik. Tapi kalau kondisinya seperti itu jelas daya tariknya menjadi pudar, jadi orang melihat hanya sekali lalu," kata Kusuma kepada posbelitung.com, Senin (28/3/2016).
BACA: Cagar Budaya Pulau Belitung Belum Terkelola Baik
Menurutnya, cagar budaya (heritage) adalah daya tarik utama Kota Tanjungpandan, sebab merupakan bukti sejarah kejayaan tambang timah di Pulau Belitung.
Ia memastikan, paket wisata bertema kota tua Tanjungpandan adalah incaran wisatawan, khususnya dari mancanegara. Contoh paling dekat, Kusuma mendapat tamu dari Jepang yang sekarang sedang menyurvei cagar budaya Belitung yang berkaitan dengan pendudukan Jepang.
"Hal yang sama juga berlaku pada wisatawan Belanda maupun Inggris. Kalau kita siapkan paketnya, mereka mau mengunjungi satu per satu cagar budaya kita, jadi jangan anggap remeh cagar budaya," kata Kusuma.
Pelaku Pariwisata Belitung Rustam Effendie menyatakan, kondisi Jam Gede saat ini "mengenaskan".
"Perlu pemugaran, kembalikan ke penampilan asli zaman timah. Buat tempat orang untuk mudah foto foto," katanya.
Musisi Belitong/Penata Lagu Jam Gede Johny Rodith mengatakan, pada 1999, dalam album perdana Sidik masih bercerita tentang Jam Gede sebagai ikon abadi Kota Tanjong Pandan. Namun berdasarkan penilaiannya, sepertinya ada semacam kebanggaan kalau berhasil "merobohkan' sebuah cagar budaya menjadi suatu yang mereka anggap modern.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/bungkus-obat_20160331_094239.jpg)