17 Goa di Aceh Ini, Saksi Bisu Kekejaman Jepang
Kehadiran Jepang di Aceh dimulai awal 1942. Jepang membangun benteng pertahanan dan aneka macam goa di daerah itu.
POSBELITUNG.COM, LHOKSEUMAWE - Kehadiran Jepang di Aceh dimulai awal 1942. Jepang membangun benteng pertahanan dan aneka macam goa di daerah itu.
Konsep pertahanan dengan membangun benteng dan goa ini dilakukan Jepang sepanjang pinggir pantai dan perbukitan di Aceh.
Lihatlah sepanjang pinggir pantai Lhokseumawe, Sabang, dan pantai lainnya, Anda akan mudah menemui benteng sisa peninggalan Jepang.
Begitu juga goa. Khusus di Lhokseumawe, sepanjang tahun 1942, tentara Jepang memaksa ratusan rakyat Aceh untuk membangun benteng dan goa.
Seorang saksi sejarah, Iskandar (89) mengisahkan, begitu masuk ke Aceh, Jepang memutuskan membangun pusat pertahanan di perbukitan Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.
Bukit itu berada 120 meter di atas permukaan laut. Dari arah bukit membentang Samudera Hindia, sehingga sangat cocok dijadikan pusat pemantauan Jepang kala itu.
“Jepang memutuskan lokasi pertahanannya di Blang Payang. Sekarang dikenal dengan bukit goa Jepang. Seluruh goa itu dibangun oleh rakyat dan di bawah ancaman senjata,” sebut pria yang akrab disapa Abu Is ini dilansir Kompas.com, Rabu (13/4/2016).
Dia menjelaskan, lebar mulut goa peninggalan Jepang itu yakni 2x3 meter.
Lhokseumawe dihimpit oleh dua bukit, yaitu Cot Panggoi dan Ramulah. Di Aceh, goa dikenal dengan sebutan guha atau keurokrok (tempat persembunyian).
Goa itu membelah area perbukitan di kawasan itu.
Selain tempat persembunyian, goa tersebut kerap dipakai untuk menyekap para tahanan.
“Kami dulu sebagai pekerja pembuat lobang goa Jepang itu. Dipaksa oleh Jepang. Romusha. Tanpa gaji,” kenang Abu Is.
Sepanjang hari, siang dan malam, rakyat mengeruk tanah untuk membuat goa. Nyaris tanpa istirahat.
“Jepang ingin seluruh goa dan benteng segera selesai. Mereka khawatir diserang oleh pejuang Indonesia atau negara lainnya,” terang Abu Is.
Hasilnya, akhir Desember 1942, sebanyak 17 goa dan 8 benteng diselesaikan oleh pekerja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/goa_20160413_074657.jpg)