17 Goa di Aceh Ini, Saksi Bisu Kekejaman Jepang
Kehadiran Jepang di Aceh dimulai awal 1942. Jepang membangun benteng pertahanan dan aneka macam goa di daerah itu.
Tayang:
KOMPAS.COM/MASRIADI
Warga melihat pintu goa Jepang di Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe baru-baru ini.
Sejak saat itu pula, Jepang menggunakan benteng dan goa itu untuk seluruh pasukan mereka.
Objek wisata
Saat ini, goa itu dijadikan objek wisata. Dinding goa telah dipasang paving block. Namun sebagian besar dinding tetap dipertahankan sesuai bentuk aslinya.
Guratan senjata masih terlihat jelas di dinding itu. Konon di ruang tahanan itu, ratusan nyawa melayang karena disiksa.
Bahkan di beberapa goa tersedia ruang tahanan yang hanya cukup untuk berdiri satu orang. Tahanan ini dibiarkan berdiri selama 24 jam dalam sehari.
Di goa, layaknya model goa Jepang, pada umumnya terdapat ruang pengintaian, logistik, tahanan, ruang makan, dapur dan tempat kamar tidur. Kini, goa itu menjadi saksi bisu kekejaman tentara Jepang di Indonesia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/goa_20160413_074657.jpg)