Kronologi Penangkapan Tiga Pembunuh Sadis Keluarga Tasir
Pelaku pembunuhan Tasir dan keluarganya, warga Desa Indrapura Kecamatan Muara Sugihan beberapa hari lalu, kini sudah terungkap.
Mayat-mayat tersebut sebelumnya telah dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Palembang. Saat mengetahui ada satu keluarga yang hilang lalu polisi membawa warga yang melapor itu untuk mengecek langsung ke rumah sakit menyamakan ciri-ciri keluarganya dengan mayat yang ditemukan.
"Ternyata keterangan salah satu keluarganya itu ternyata benar bahwa mayat-mayat tersebut memang keluarganya yang telah hilang sejak Rabu dengan mengenali ciri-ciri baju yang dikenakan," ungkapnya.
Lalu dari sanalah polisi mulai mengecek ke TKP yakni dirumah keluarga Tasir dengan mendatangkan tim forensik. Saat itu banyak ditemukan bercak darah baik di kamar tidur maupun di ruang tamu.
"Kita lakukan olah TKP dan ternyata benar di rumah korban ditemukan bekas tanda-tanda kekerasan yang diduga dialami korban," ujarnya.
Lalu pada Senin (19/5/2016) warga kembali menemukan mayat keluarga Tasir yang diketahui bernama Kartini merupakan anak Tasir. Ini diketahui saat penemuan salah satu keluarganya mengenali mayat tersebut.
"Setelah ditemukan mayat ke lima kita semakin yakin bahwa yang menjadi korban pembantaian itu merupakan keluarga Tasir warga Desa Indrapura," katanya.
Setelah diketahui bahwa 5 mayat tersebut merupakan keluarga Tasir, lalu jajaran Polres Banyuasin diback up Polda Sumsel terus melalukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi dan keluarga korban.
Menurut cerita korban, Tasir sebelumnya terlibat masalah jual beli tanah dengan salah satu pelaku yang bernama Agus Mubarok yang tercatat sebagai warga Desa Siderejo Kecamatan Muara Padang. Tasir yang ingin membeli tanah Agus Mubarok tidak jadi karena tanah tersebut tidak memiliki dokumen.
"Keluarga Tasir cerita bahwa sebelum kejadian, korban terlibat masalah jual beli tanah dengan Agus Mubarok karena tanah yang dijual AM tidak bersurat jadi Tasir tidak mau," terang polisi.
Saat itulah berdasarkan keterangan saksi-saksi diyakini kelompok Agus Mubarok lah pelaku pembantaian itu. Apalagi saat dicari AM tidak ada di rumahnya dan menghilang tanpa jejak.
"Kita terus cari AM dan pelaku lainnya berdasarkan keterangan saksi-saksi," tambah Humas Polda Sumsel Kombes Pol Djarot Padakova.
Barulah pada Kamis malam (19/5/2016) sekitar pukul 00.00 WIB polisi berhasil meringkus salah satu tersangka Abdul Kohar alias Adul alias Ecep sedang tidur di rumahnya di desa Tirta Kencana Kecamatan Makarti Jaya.
Lalu setelah memeriksa Abdul Kohar, disusul tertangkapnya 2 pelaku lain Purwanto dan Nendi Mulyana yang juga warga Desa Tirta Kencana Kecamatan Makarti Jaya pada Sabtu (21/5/2016) saat berada di daerah Sungai Kelambu atau Sungai Pupuk.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pembunuhan tersebut diawali dengan modus para pelaku ingin merampok uang Tasir. Selain itu pelaku dengan dalih ingin menyelesaikan masalah Tasir dengan pelaku Agus Mubarok.
"Jadi otak perencananya ini merupakan Agus Mubarok yang hingga kini masih buron. Agus mengajak teman-temannya ini dengan iming-iming sejumlah uang jika berhasil membunuh Tasir dan keluarganya," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/pelaku-pembunuhan_20160524_100021.jpg)