Ini Tradisi Perang Ketupat Jelang Ramadan di Tempilang, Ada Pantangannya Juga Loh
29 Mei mendatang Masyarakat Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat kembali menggelar tradisi Perang Ketupat.
Perang Ketupat sendiri ada lima tahapan, yakni Penimbongan atau pemberian makanan kepada mahluk halus yang dipercaya bermukim di darat, lalu Ngacak yaitu pemberian makanan kepada mahluk halus di laut, Taber Kampung yang bertujuan membuang Tasak Besek (penyakit kulit dan Buyung Sumbang (perzinahan), Perang Ketupat yang merupakan simbol memerangi kejahatan mahluk halus yang menggganggu masyarakat setempat dan Ngayot Perae (menghanyutkan perahu) sebagai simbol memulangkan tamu-tamu mahluk halus yang datang dari luar tempilang.
Usai digelarnya serangkaian upacara tersebut ada pantangan-pantangan yang harus ditaati masyarakat setempat yaitu dilarang berkelahi dalam rumah tangga, tidak boleh berkerubung kain sarong di tengah kampung, menjemur kain di pagar dan bersiul.
Sedangkan pantangan di laut diantaranya dilarang menangkap ikan dengan cara apapun selama beberapa hari, tidak boleh mencuci panci dan kuali di laut, tidak boleh mencuci perlangkapan orang melahirkan di laut, dilarang berjuntai kaki di sungai dan di laut, dilarang memukul kain di air, dilarang mencuci daging ayam di air sungai dan laut serta dilarang mencuci kelambu di sungai dan di laut.(wan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/perang-ketupat_20160525_193029.jpg)