Breaking News:

Lipsus Mabuk Pembalut

Begini Modus Pelajar Jika Ingin Beli Pembalut untuk Mabuk di Toko

Jika digunakan sendiri butuh satu hingga lima lembar sudah mabuk, tidak demikian obat batuk.

Editor: Edy Yusmanto
Begini Modus Pelajar Jika Ingin Beli Pembalut untuk Mabuk di Toko
www.klikdokter.com
Ilustrasi pembalut wanita

POSBELITUNG,COM, BELITUNG TIMUR - MUDAH bagi para penyalahguna mendapatkan pembalut wanita atau popok bayi (diapers). Sebab, barang ini dijual di banyak toko maupun warung.

"Terutama di pasar, penjual kadang tidak terlalu mengenali kita," ujar Jontor (bukan nama sebenarnya), seorang pengguna ditemui Pos Belitung, Kamis (4/8/2016) malam di sebuah warung kopi di Kelapa Kampit, Beltim.

Namun, lanjut Jontor, menyiasati agar tidak dicurigai pemilik toko, biasanya mereka mencatut nama ibu atau kakak perempuan saat membeli.

Menurutnya, penyalahgunaan pembalut berbeda dengan obat batuk. Jika digunakan sendiri butuh satu hingga lima lembar sudah mabuk, tidak demikian obat batuk.

"Harus satu kotak yang isinya 30 sachet (mabuk)," ucap remaja yang duduk di bangku kelas X SMA tersebut.

Sementara itu, Amin, pedagang toko kelontong di Pasar Kelapa Kampit mengaku belum pernah melayani pembeli yang akan menyalahgunakan pembalut. Biasanya, memang ada pembeli anak anak, tetapi mengaku membelikan ibu atau kakak perempuan.

"Tapi kalau saya tahu untuk yang bukan bukan, gak akan aku jual," ujar Amin.

Disinggung mengenai anak anak penyalahguna obat batuk tidak pernah membeli di tokonya. Selama satu minggu, ia hanya menghabiskan satu kotak obat batuk.

"Saya kan jual eceran," ucapnya.

Di depan toko kelontong milik Amin, terdapat toko yang menjual kosmetik dan alat alat perlengkapan wanita seperti pembalut. Pemilik toko mengaku tidak pernah menjual pembalut kepada anak lelaki seumur SMP.

"Gak pernah (remaja lelaki membeli pembalut). Kalau di sini paling banyak yang beli cewek cewek," ujar ibu muda yang tak ingin namanya disebut.

Terlepas dari itu, ia juga terlihat bingung saat Pos Belitung menjelaskan terkait penyalahgunaan pembalut. (o4)

Selengkapnya baca edisi cetak POS BELITUNG Sabtu (6/8/2016)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved