TIPS Antisipatif Agar tak Terkena Virus Zika

Virus Zika merupakan salah satu virus dari jenis Flavivirus. Virus ini memiliki kesamaan dengan virus dengue, berasal dari kelompok arbovirus.

AFP / LUIS ROBAYO
Larva nyamuk Aedes Aegypti yang diduga sebagai bakal vektor virus Zika, difoto di laboratorium International Training and Medical Research Center (CIDEIM) di Cali, Kolombia, 25 Januari 2016. 

POSBELITUNG,COM - Virus Zika tengah merebak di Singapura. Sebagai tetangga terdekat, Indonesia menjadi negara yang rawan tertular.

Hingga awal September 2016, virus Zika memang belum menyebar di Indonesia. Kendati demikian, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek menegaskan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan langkah-langkah protektif, salah satunya melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Menkes langsung menginstruksikan Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk mengetatkan pengawasan terhadap warga dari negara terjangkit yang akan masuk ke Indonesia. Pasalnya, puluhan orang di Singapura positif terjangkit virus Zika.

Nila mengimbau agar setiap orang dari Singapura yang akan masuk ke Indonesia harus dilakukan pengecekan kesehatan. “Orang-orang yang masuk dari Singapura dengan demam harus dilakukan pengambilan darah,” katanya.

Virus Zika merupakan salah satu virus dari jenis Flavivirus. Virus ini memiliki kesamaan dengan virus dengue, berasal dari kelompok arbovirus.

Jangan Panik

Virus Zika memang mewabah di negara tetangga, namun Kemenkes mengimbau kepada seluruh warga untuk tidak panik. Sebab, Kementerian Kesehatan sudah meningkatkan kewaspadaan di pintu-pintu negara terjangkit.

Selain itu Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan biro perjalanan untuk memberikan healt alert card bagi penumpang.

Kementerian Kesehatan juga telah melakukan pengecekan dengan thermal scanner bagi warga yang masuk ke wilayah Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes drg Oscar Primadi MPH mengingatkan, agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan kepada virus Zika, terutama pada musim pancaroba seperti saat ini.

"Kementerian Kesehatan mengimbau agar warga waspada jika akan berpergian ke negara terjangkit. Kita terus meningkatkan mewaspadai negara terjangkit," ujar Oscar.

Menurutnya, Kementerian Kesehatan telah melakukan pengendalian vector nyamuk Aedes di wilayah pelabuhan, melakukan fogging, memberantas sarang nyamuk, dan melakukan penyemprotan spray.

"Virus ini tidaklah seperti DBD mematikan, virus ini memiliki dampak kepada ibu hamil, yang akan berdampak pada bayi yakni mikrosefalus," jelasnya.

Virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk. Nyamuk bisa terinfeksi zika bila menghisap darah seseorang yang telah terjangkit. Nyamuk yang terinfeksi lalu bisa menyebarkan virus ke orang lain.

Nyamuk yang menjadi vektor penyakit Zika adalah nyamuk Aedes, dapat dalam jenis Aedes aegypti untuk daerah tropis, Aedes africanus di Afrika, dan juga Aedes albopictus pada beberapa daerah lain.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved