TIPS Antisipatif Agar tak Terkena Virus Zika
Virus Zika merupakan salah satu virus dari jenis Flavivirus. Virus ini memiliki kesamaan dengan virus dengue, berasal dari kelompok arbovirus.
Nyamuk Aedes merupakan jenis nyamuk yang aktif di siang hari, dan dapat hidup di dalam maupun luar ruangan.
Menyusul persebaran virus yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menetapkan penyakit ini dengan status darurat lintas benua dengan penyebaran yang sangat cepat, pada 1 Januari 2016 silam.
Yang perlu diperhatikan, virus Zika sangat berisiko pada perempuan yang sedang mengandung. Sebab, virus ini dapat ditularkan dari ibu hamil kepada bayinya selama kehamilan dan dapat mengakibatkan cacat sejak lahir.
Hingga saat ini belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini, sehingga pengobatan berfokus pada gejala yang ada dan melakukan pencegahan.
Pencegahan dapat dilakukan dengan 3M PLUS, yakni Menguras, Menutup, Memanfaatkan barang bekas dan plus kegiatan pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air menggunakan obat anti-nyamuk, kelambu, memakai obat oles anti nyamuk.
Jika ada WNI di Singapura, Menkes mengimbau agar memakai baju tertutup dan memakai obat oles antinyamuk, dan menggunakan kelambu saat tidur.
Tanda-Tanda Terjangkit Virus Zika
- Mata merah
- Sakit kepala
- Demam mendadak dan lemas
- Kemerahan pada kulit badan
- Nyeri otot dan sendi.
Pencegahan Penularan Virus Zika
1. Menghindari kontak dengan nyamuk
2. Melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan aksi 3M Plus.
3. Melakukan pengawasan jentik dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik)
4. Meningkatkan daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti diet seimbang, melakukan aktivitas fisik secara rutin, dll.
5. Pada wanita hamil atau berencana hamil harus melakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi virus Zika selama kehamilan, misalnya dengan memakai
baju yang menutup sebagian besar permukaan kulit, berwarna cerah, menghindari pemakaian wewangian yang dapat menarik perhatian nyamuk, seperti parfum dan deodoran.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/jentik-nyamuk_20160913_120908.jpg)