ARSIP

Menelisik Pulau Kalimuak, Objek Berselimutkan Misteri dan Mistis di Juru Seberang

Sebuah benda keramat beserta tiga makam, dan sebuah tugu kuno menyerupai mercusuar tampak berdiri tegak di balik rimbunnya pepohonan Pulau Kalimuak

Tayang:
Pos Belitung/Wahyu Kurniawan
Bangunan tua di Pulau Kalimuak 

Penggiat Budaya Belitong Fithrorozi (43) yang juga ikut dalam perjalanan itu tampak menggeleng-gelengkan kepalanya. Sedari tiba di pulau ini, ia terus bertanya sembari sibuk mengambil foto. Untuk seorang Fithrorozi, perjalanan kali ini adalah yang pertama sepanjang hidupnya.

“Ternyata tak seperti yang diceritakan oleh orang-orang, pulau ini ternyata jauh lebih banyak menyimpan cerita dibandingkan Pulau Lengkuas,” kata Fithro kepada Pos Belitung.

Kalimuak memang tak hanya menawarkan klenik lewat berbagai benda yang dikeramatkan di dalamnya. Pulau ini ternyata juga mampu mendorong orang untuk menggapai mimpi dengan cara yang lebih rasional.

Selepas satu jam mengitari Kalimuak, Heri langsung mengungkapkan impiannya dari pulau tersebut. Sembari mengawasi haluan perahu dalam perjalan pulang, ia menjelaskan bayangan masa depan yang melintas ke kepalanya.

Menurutnya, Kalimuak berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah satu obyek wisata yang bisa dikunjungi secara regular. Caranya dengan menyediakan perahu yang didesain khusus untuk melayani rute Tanjungpendam-Kalimuak.

Wacana sederhana ini masih mendapat tanggapan skeptis dari sebagian pelaku usaha perahu penyebrangan Pasar Ikan-Juru Seberang. Padahal, wacana ini bisa menjadi solusi ketika Jembatan Juru Seberang jadi dibangun.

“Memang untuk mendorong ini kita harus beri contoh lebih dulu, karena nanti setelah ramai dan terbukti maju, pasti kawan-kawan lain akan ikut,” kata Heri kepada Pos Belitung.

Langkahnya sudah dimulai dengan mengumpulkan papan untuk membuat perahu. Namun butuh waktu lama sampai perahu berukuran 10x2 meter itu selesai. Pasalnya papan yang sudah dikumpulkan harus dikeringkan terlebih dulu agar nanti lebih awet ketika sudah digunakan untuk membangun perahu.

“Setidaknya bulan dua (Februari 2015) perahu saya itu sudah bisa jalan, nanti perahu itu tak hanya untuk untuk melayani rute Kalimuak saja, tapi juga bisa ke Gusong Bugis dan Gusong Penyok,” kata Heri dengan optimis.

Mimpi Heri ini boleh jadi akan membuka jalan bagi banyak orang untuk mengenal lebih jauh tentang keberadaan Kalimuak. Sebuah pulau yang selama ini begitu dekat, tapi terasa amat jauh untuk dikunjungi.(*)

Sumber: Pos Belitung
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved