LIPSUS GEOPARK
Pantai Siantu dan Open Pit Layak Geopark
Geopark tidak hanya berhubungan dengan keragaman geologi saja tetapi juga nilai nilai
Penulis: Disa Aryandi |
Bebatuan di Pulau Belitong didominasi jenis granit yang terdiri dari tiga formasi, yaitu Tanjungpandan, Baginde, dan Burung Mandi. Secara geologi bebatuan ini merupakan bagian dari sabuk timah dunia atau Asia Tenggara.
Granit merupakan batuan beku plutonik yang terjadi dari hasil pembekuaan magma, berkomposisi asam pada kedalaman sekitar 3000 meter.
Lambat laun, bebatuan granit ini terangkat ke permukaan oleh tektonik zaman dahulu. Kemudian, di atas permukaan bebatuan itu memasuki proses dedukasi atau pelapukan erupsi, sehingga meninggalkan jejak jejak seperti bebatuan terpisah.
Selain granit, di Belitung terdapat jenis bebatuan sedimen yang terletak di formasi Gunung Tajam, Kabupaten Belitung dan Kik Karak (Open Pit) Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Batuan sedimen merupakan, batuan yang terbentuk dari batuan beku atau zat padat yang mengalami erosi di tempat tertentu, kemudian mengendap menjadi keras.
"Kalau perbedaan batu di Belitung dengan daerah lain, khusus granit, itu bukan hal yang unik. Soalnya granit itu ada di Pulau lain seperti Natuna, Bima, Puliro, dan Malaysia," kata Oki.
Oki merekomendasikan, Kik Karak (Open Pit) cocok dijadikan geopark selain Siantu. Sebab, bekas lokasi tambang itu memiliki jejak struktur geologi, yaitu mempunyai lipatan rebah dan dinilai sangat unik.
"Kalau saya merekomendasikan satu Pulau Belitung, karena dari hasil penelitian saya, ada 30 warisan geosite yang tersebar di Pulau Belitung secara geologi," ucapnya. (n3)
Selengkapnya baca edisi cetak POS BELITUNG Selasa (27/9/2016)/
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/geopark_20160927_100732.jpg)