Breaking News:

Warga Aleppo Putus Asa, Sebarkan Ucapan Selamat Tinggal

Kelambanan global dalam membantu warga di Suriah, membuat penderitaan mereka yang terjepit di tengah konflik

Editor: Kamri
AFP
Sejumlah warga mengungsi dari kawasan yang dikuasai oposisi di Aleppo timur menuju tempat yang sudah direbut kembali oleh pasukan pemerintah Suriah, Selasa (13/12/2016). 

POSBELITUNG.COM, ALEPPPO - Di tengah keputusasaan, warga Aleppo menyebar ucapan selamat tinggal lewat media sosial.

Kelambanan global dalam membantu warga di Suriah, membuat penderitaan mereka yang terjepit di tengah konflik semakin menyedihkan, demikian Deutche Welle, Rabu (14/12/2016).

Baca: Alfred Riedl Belum Puas, Tak Mau Kejadian Tahun 2010 Terulang

Baca: 10 Fakta Pencetak Gol Kemenangan Timnas Indonesia Atas Thailand Yang Perlu Anda Tahu

Inilah situasi hari-hari terakhir di Aleppo, Suriah ketika pasukan pemerintah yang setia pada Presiden Suriah Basyar al Assad berhasil mengusir pemberontak keluar dari kawasan itu.

Di tempat penampungan bawah tanah dan rumah duka, para dokter memohon bantuan.

Sementara, kediaman warga dibom tanpa henti, terutama di distrik-distrik yang tersisa di bawah kendali pemberontak di Aleppo.
Warga pun mulai mem-posting ucapan selamat tinggal lewat media sosial dan dalam pesan-pesan yang beredar luas. Mereka seolah ingin memiliki kata akhir dalam perang tanpa ampun ini.

"Tidak ada tempat sekarang untuk pergi, ini adalah hari-hari terakhir," kata Abdulkafi Alhamdo, seorang guru bahasa Inggris yang mengkritik kekejaman pemerintah Presiden Bashar al-Assad.

Alhamdo berbagi pesan dan menceritakan situasi lewat media sosial video streaming Periscope. Ia menceritakan bagaimana pasukan pemerintah semakin mendekat.

"Di sini hujan, bunyi bom sedikit lebih tenang. Pasukan pemerintah Assad mungkin 300 meter jaraknya. Tidak bisa kemana-mana. Ini adalah hari-hari terakhir. Saya berharap kami bisa berbicara lagi dengan kalian di Periscope. Saya pikir kami telah berbagi banyak momen tentang Aleppo.”

Dengan menahan kepedihan, ia melanjutkan: " Saya tidak tahu harus bicara apa lagi… Saya harap Anda bisa melakukan sesuatu untuk rakyat Aleppo. Untuk putri saya, untuk anak-anak lainnya juga," katanya dalam video penuh rasa emosional.

"Saya tak percaya lagi PBB, atau masyarakat internasional. Sepertinya mereka puas kami terbunuh,” lanjutnya. Kami menghadapi situasi paling sulit, pembantaian paling mengerikan dalam sejarah baru-baru ini. Rusia tak ingin kami keluar dari sini hidup-hidup, mereka ingin kami mati. Setali tiga uang dengan keinginan Assad.”

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved