Mengaji Satu Jam Bisa Service Gratis di Bengkel Ini
Saat ditemui di tempat kerjanya, itu Hasanuddin menceritakan bagaimana ia memiliki ide mulia tersebut.
Namun ia tak menyerah dan terus melakukan idenya itu, hingga beberapa bulan kemudian, usahanya mulai meningkat.
"Awalnya penghasilan memang menurun, tapi sebenarnya kita bukan incar keuntungan dari membaca Al Quran."
"Saya hanya mau orang-orang meluangkan waktunya sedikit untuk membaca Al Quran. Tidak masalah kalau masih tersendat-sendat," jelasnya.
Hasanuddin beranggapan bahwa usaha yang ia lakukan tersebut juga sebagai ajang untuk dirinya bersedekah atas apa yang telah didapatkannya dari usaha bengkelnya itu.
"Hitung-hitung ini sebagai sedekah ke umat muslim, dan bisa dapat pahala," ujar ayah enam anak ini.
Meski hanya merintis usaha bengkel sederhana, Hasanuddin tetap dapat menyekolahkan anak-anaknya.
Bahkan dua di antara enam anaknya saat ini telah menjalani pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar. Dua anaknya lagi mengikuti pendidikan SMP dan SMA di pondok pesantren.
Ia pun berharap program membaca Al Quran di bengkelnya itu bisa tetap terus berjalan untuk selamanya.
Apalagi, menurutnya, keluarga termasuk Isteri Hasanuddin sangat mendukung program tersebut.
Baginya, mendengar lantunan ayat suci Al Quran dari saudara muslimnya dapat membuat hatinya tenang.
"Biasanya ada pengunjung yang saat baca Quran itu bagus sekali. Tajwidnya bagus. Itu sangat menenangkan hati. Dapat momen seperti itu sebenarnya sangat mahal harganya," kata Hasanuddin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/pemilik-bengkel_20161222_093321.jpg)